Pemkot Batam jajaki kerja sama pangan dengan Tanah Datar
Jumat, 24 Februari 2023 17:14 WIB
Sekretaris Daerah Kota Batam Jefridin Hamid menerima kunjungan Wakil Bupati Tanah Datar Riki Aflian di Kantor Wali Kota Batam (ANTARA/HO-Humas Pemkot Batam)
Batam (ANTARA) - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin Hamid, mengatakan Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau (kepri), menjajaki kemungkinan kerja sama dengan Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat dalam bidang pangan.
Dia mengatakan potensi Tanah Datar di bidang pertanian tidak diragukan lagi, mengingat Kota Batam bukan wilayah penghasil pertanian.
"Hasil pertanian Batam tidak punya sehingga sangat tepat sekali jika dijalin kerja sama bidang pangan. Kerja sama antara daerah ini memang dianjurkan oleh Presiden guna menekan angka inflasi," kata Jefridin dalam keterangan yang diterima di Batam, Jumat.
Ia mengatakan Batam saat ini mengandalkan sektor industri, perdagangan, serta sektor pariwisata yang saat ini tengah fokus digarapkan. Saat ini, Batam masuk dalam tiga daerah penyumbang jumlah kunjungan wisatawan mancanegara terbanyak ke Indonesia.
"Untuk sektor pariwisata, Pak Wali Kota terus menggesa pembangunan meningkatkan akses dan sebagainya demi mempercantik Kota Batam," kata dia.
Wakil Bupati Tanah Datar Riki Aflian mengapresiasi Pemkot Batam bersedia menerima rencana kerja sama antara kedua daerah.
Ia menambahkan pertanian, hortikultura dan juga perikanan darat merupakan sektor yang sangat kuat di Kabupaten Tanah Datar.
"Kami tunggu kehadiran teman-teman di Batam ke Tanah Datar. Kabupaten Tanah Datar salah satu daerah pengendalian inflasi terbaik di Sumatera. Kami mengisi hasil pertanian di Riau dan Jambi," kata Riki.
Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, juga melakukan kerja sama antardaerah dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, sebagai upaya memenuhi pasokan cabai di daerah setempat.
"Untuk cabai, kami akan lakukan KAD (Kerja Sama Antar Daerah) antara Batam dan Lombok," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam Gustian Riau di Batam, Jumat (17/2/2023).
Ia menyampaikan cabai merupakan komoditi prioritas yang ditangani Disperindag setempat agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
"Jadi ini adalah dalam rangka menurunkan harga cabai. Cabai jadi prioritas kami, sehingga kita harus ambil langkah cepat," ujar dia.*
Dia mengatakan potensi Tanah Datar di bidang pertanian tidak diragukan lagi, mengingat Kota Batam bukan wilayah penghasil pertanian.
"Hasil pertanian Batam tidak punya sehingga sangat tepat sekali jika dijalin kerja sama bidang pangan. Kerja sama antara daerah ini memang dianjurkan oleh Presiden guna menekan angka inflasi," kata Jefridin dalam keterangan yang diterima di Batam, Jumat.
Ia mengatakan Batam saat ini mengandalkan sektor industri, perdagangan, serta sektor pariwisata yang saat ini tengah fokus digarapkan. Saat ini, Batam masuk dalam tiga daerah penyumbang jumlah kunjungan wisatawan mancanegara terbanyak ke Indonesia.
"Untuk sektor pariwisata, Pak Wali Kota terus menggesa pembangunan meningkatkan akses dan sebagainya demi mempercantik Kota Batam," kata dia.
Wakil Bupati Tanah Datar Riki Aflian mengapresiasi Pemkot Batam bersedia menerima rencana kerja sama antara kedua daerah.
Ia menambahkan pertanian, hortikultura dan juga perikanan darat merupakan sektor yang sangat kuat di Kabupaten Tanah Datar.
"Kami tunggu kehadiran teman-teman di Batam ke Tanah Datar. Kabupaten Tanah Datar salah satu daerah pengendalian inflasi terbaik di Sumatera. Kami mengisi hasil pertanian di Riau dan Jambi," kata Riki.
Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, juga melakukan kerja sama antardaerah dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, sebagai upaya memenuhi pasokan cabai di daerah setempat.
"Untuk cabai, kami akan lakukan KAD (Kerja Sama Antar Daerah) antara Batam dan Lombok," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam Gustian Riau di Batam, Jumat (17/2/2023).
Ia menyampaikan cabai merupakan komoditi prioritas yang ditangani Disperindag setempat agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
"Jadi ini adalah dalam rangka menurunkan harga cabai. Cabai jadi prioritas kami, sehingga kita harus ambil langkah cepat," ujar dia.*
Pewarta : Jessica Allifia Jaya Hidayat
Editor : Fery Heriyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BI Kepri siapkan Rp2,9 triliun uang kartal untuk momen Ramadhan dan Idul Fitri 2026
13 February 2026 17:54 WIB
Bupati Karimun harap warga jaga kerukunan antar umat saat Imlek dan Ramadhan
13 February 2026 12:37 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
BI Kepri siapkan Rp2,9 triliun uang kartal untuk momen Ramadhan dan Idul Fitri 2026
13 February 2026 17:54 WIB
Harga emas di Pegadaian hari ini Jumat 13 Februari naik, tembus Rp3 juta/ gram
13 February 2026 8:36 WIB