
PMI Batam pastikan stok darah cukup jelang hari besar keagamaan

Batam (ANTARA) - Unit Pengelola Darah Palang Merah Indonesia (UPD PMI) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) memastikan stok darah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit menjelang hari besar keagamaan dan bulan puasa.
Kepala UPD PMI Batam Novia dihubungi di Batam, Jumat, mengatakan ketersediaan darah untuk saat ini masih dalam kondisi aman.
“Untuk saat ini stok darah masih memenuhi kebutuhan Batam. Memang biasanya saat puasa donor berkurang, tetapi kami sudah menyiapkan kegiatan donor bersama,” katanya.
Ia mengatakan bahwa pada 8 Maret akan ada kegiatan donor darah dengan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) dan 15 Maret bersama peguyuban Hakka.
“Dengan dua kegiatan besar ini semoga bisa memenuhi kebutuhan darah,” ujar dia.
Ia menjelaskan total stok darah yang tersedia saat ini 1.792 kantong, meski jumlah tersebut dapat berubah sewaktu-waktu tergantung permintaan rumah sakit di Batam.
“Untuk saat ini, darah lengkap tersedia delapan kantong, sel darah merah pekat 1.566 kantong, trombosit pekat 21 kantong, plasma segar beku 182 kantong, dan AHF (Anti Hemophilic Factor) sebanyak 15 kantong,” katanya.
Baca juga: Bupati Karimun harap warga jaga kerukunan antar umat saat Imlek dan Ramadhan
Golongan darah O menjadi stok terbanyak dengan 618 kantong.
Dia mengatakan kantong darah dapat disimpan hingga 35 hari.
Namun, stok darah biasanya tidak bertahan lama karena tingginya kebutuhan.
“Biasanya tidak sampai seminggu sudah habis. Kalau trombosit, masa simpannya hanya tiga hari, itu yang harus selalu ada,” katanya.
Terkait dengan kebutuhan selama Ramadhan, ia menyebut jumlahnya bergantung pada permintaan dari rumah sakit.
“Januari lalu kebutuhan darah di Batam mencapai sekitar 3.000 kantong. Memang rata-rata per bulan di angka tersebut,” katanya.
PMI Batam berharap, masyarakat tetap berpartisipasi dalam kegiatan donor darah agar ketersediaan stok tetap terjaga setiap bulan.
Baca juga: Forkopimda Lingga salurkan air bersih untuk warga yang terdampak kekeringan
Pewarta : Amandine Nadja
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
