Kontraktor cat ulang dinding Masjid Penyengat
Selasa, 16 Mei 2023 7:05 WIB
Kepala Dinas PUPRP Kepri Abu Bakar. ANTARA/Ogen
Tanjungpinang, Kepri (ANTARA) - Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan PUPRP Kepri menyebutkan pihak kontraktor sudah melakukan pengecatan ulang dinding Masjid Raya Sultan Riau Pulau Penyengat di Kota Tanjungpinang yang terkelupas.
"Sudah dilakukan pengecatan ulang. Harapannya dalam satu setengah bulan ke depan, rampung," kata Kepala Dinas PUPRP Kepri Abu Bakar di Tanjungpinang, Kepri, Senin.
Abu Bakar menyebut semua biaya yang dikeluarkan dalam pengerjaan cat ulang dinding masjid yang telah ditetapkan menjadi cagar budaya itu dibebankan kepada kontraktor.
Menurutnya, Dinas PUPRP Kepri tidak mengeluarkan biaya tambahan untuk kegiatan tersebut, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor.
"Kontraktor masih bertanggung jawab untuk melakukan perbaikan cat dinding Masjid Penyengat yang terkelupas," ujar Abu Bakar.
Ia mengungkapkan penyebab cat dinding masjid Penyengat terkelupas akibat kadar garam bangunan Masjid Penyengat yang cukup tinggi.
Kemudian, ditambah lagi dengan kondisi rembesan air yang berasal dari bawah maupun atas salah satu masjid bersejarah dan tertua di Indonesia tersebut.
"Sebelum melakukan pengecatan masjid, kami sudah mengikuti arahan dari tenaga ahli cagar budaya. Setelah terkelupas seperti ini, kita akan konsultasi lagi ke mereka agar catnya bagus dan tahan lama," ucapnya.
Sebelumnya, Dinas PUPRR Kepri pada tahun anggaran 2022, mengalokasikan sekitar Rp5 miliar untuk mempercantik Masjid Sultan Riau Penyengat yang kerap dikunjungi wisatawan dalam dan luar negeri itu.
Kegiatan pengecatan bangunan termasuk ke dalam beberapa item proyek penataan masjid tersebut. Bahkan, cat yang digunakan dipesan langsung dari negara Turki.
Pengecatan bangunan Masjid Penyengat selesai di akhir tahun 2022, namun pada awal tahun 2023 kondisi cat dinding masjid itu sudah banyak yang terkelupas.
"Sudah dilakukan pengecatan ulang. Harapannya dalam satu setengah bulan ke depan, rampung," kata Kepala Dinas PUPRP Kepri Abu Bakar di Tanjungpinang, Kepri, Senin.
Abu Bakar menyebut semua biaya yang dikeluarkan dalam pengerjaan cat ulang dinding masjid yang telah ditetapkan menjadi cagar budaya itu dibebankan kepada kontraktor.
Menurutnya, Dinas PUPRP Kepri tidak mengeluarkan biaya tambahan untuk kegiatan tersebut, karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor.
"Kontraktor masih bertanggung jawab untuk melakukan perbaikan cat dinding Masjid Penyengat yang terkelupas," ujar Abu Bakar.
Ia mengungkapkan penyebab cat dinding masjid Penyengat terkelupas akibat kadar garam bangunan Masjid Penyengat yang cukup tinggi.
Kemudian, ditambah lagi dengan kondisi rembesan air yang berasal dari bawah maupun atas salah satu masjid bersejarah dan tertua di Indonesia tersebut.
"Sebelum melakukan pengecatan masjid, kami sudah mengikuti arahan dari tenaga ahli cagar budaya. Setelah terkelupas seperti ini, kita akan konsultasi lagi ke mereka agar catnya bagus dan tahan lama," ucapnya.
Sebelumnya, Dinas PUPRR Kepri pada tahun anggaran 2022, mengalokasikan sekitar Rp5 miliar untuk mempercantik Masjid Sultan Riau Penyengat yang kerap dikunjungi wisatawan dalam dan luar negeri itu.
Kegiatan pengecatan bangunan termasuk ke dalam beberapa item proyek penataan masjid tersebut. Bahkan, cat yang digunakan dipesan langsung dari negara Turki.
Pengecatan bangunan Masjid Penyengat selesai di akhir tahun 2022, namun pada awal tahun 2023 kondisi cat dinding masjid itu sudah banyak yang terkelupas.
Pewarta : Ogen
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Yusril Ihza Mahendra ziarah ke Pulau Penyengat, teguhkan jati diri bangsa dari tanah Melayu
28 October 2025 0:03 WIB
Ratusan wisatawan dalam dan luar negeri meriahkan Penyengat Night Run 2025
14 September 2025 8:30 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Polres Lingga gelar pelatihan penjamah makanan bagi relawan SPPG optimalkan MBG
28 January 2026 9:13 WIB