Karimun (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau pada 2011 akan membangun enam pelabuhan untuk perhubungan pulau-pulau dengan ibukota Tanjung Balai Karimun di Pulau Karimun Besar.
''Tiga di antaranya akan dibangun di Kecamatan Moro yang merupakan kecamatan, terjauh dari Pulau Karimun Besar, masing-masing di Desa Gelugur, Buah Rawa dan Selat Mie,'' kata Kepala Dinas Perhubungan Karimun Cendra Nawazir, di Tanjung Balai Karimun, Sabtu.
Dua pelabuhan lain di Pulau Buru dan Laut Banta Kecamatan Buru, dan satu di Pasar Sri Karimun, Tanjung Balai Karimun.
''Setiap tahun pemerintah daerah menganggarkan dana untuk pembangunan pelabuhan yang sebagai bagian dari konsep pengembangan sektor kemaritiman, khususnya bidang kepelabuhanan,'' ucapnya.
Ia menyatakan tidak ingat pasti jumlah anggaran untuk pembangunan enam proyek itu, tetapi memperkirakan sekitar Rp9 miliar.
Pengembangan sektor kepelabuhanan, lanjut dia, merupakan sebuah keharusan untuk mengejar ketertinggalan daerah pulau, tidak terkecuali pulau-pulau terluar.
''Sebagai kabupaten yang berpulau-pulau, pelabuhan merupakan sarana infrastruktur yang wajib terpenuhi. Ke depan, pelabuhan-pelabuhan tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat untuk berlayar menuju ibukota kabupaten,'' ucapnya.
Dia menuturkan, pelabuhan Pasar Sri Karimun merupakan salah satu sentral pelayaran antarpulau dalam kabupaten.
''Karena menjadi salah satu sentral pelayaran antarpulau, tahun ini pelabuhan Sri Karimun kita benahi agar kondisinya lebih layak dan aman bagi kapal-kapal yang merapat di sana,'' tuturnya.
Khusus pelabuhan di Desa Gelugur, lanjut dia, akan diproyeksikan sebagai pelabuhan kargo sehingga dapat memberikan efek ganda bagi perekonomian masyarakat Moro.
''Pembangunan pelabuhan kargo di Gelugur diharapkan mampu mengangkat perekonomian masyarakat Moro yang masih tertinggal dibandingkan kecamatan lain,'' ucapnya.
(ANT-HAM/A013/Btm1)
''Tiga di antaranya akan dibangun di Kecamatan Moro yang merupakan kecamatan, terjauh dari Pulau Karimun Besar, masing-masing di Desa Gelugur, Buah Rawa dan Selat Mie,'' kata Kepala Dinas Perhubungan Karimun Cendra Nawazir, di Tanjung Balai Karimun, Sabtu.
Dua pelabuhan lain di Pulau Buru dan Laut Banta Kecamatan Buru, dan satu di Pasar Sri Karimun, Tanjung Balai Karimun.
''Setiap tahun pemerintah daerah menganggarkan dana untuk pembangunan pelabuhan yang sebagai bagian dari konsep pengembangan sektor kemaritiman, khususnya bidang kepelabuhanan,'' ucapnya.
Ia menyatakan tidak ingat pasti jumlah anggaran untuk pembangunan enam proyek itu, tetapi memperkirakan sekitar Rp9 miliar.
Pengembangan sektor kepelabuhanan, lanjut dia, merupakan sebuah keharusan untuk mengejar ketertinggalan daerah pulau, tidak terkecuali pulau-pulau terluar.
''Sebagai kabupaten yang berpulau-pulau, pelabuhan merupakan sarana infrastruktur yang wajib terpenuhi. Ke depan, pelabuhan-pelabuhan tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat untuk berlayar menuju ibukota kabupaten,'' ucapnya.
Dia menuturkan, pelabuhan Pasar Sri Karimun merupakan salah satu sentral pelayaran antarpulau dalam kabupaten.
''Karena menjadi salah satu sentral pelayaran antarpulau, tahun ini pelabuhan Sri Karimun kita benahi agar kondisinya lebih layak dan aman bagi kapal-kapal yang merapat di sana,'' tuturnya.
Khusus pelabuhan di Desa Gelugur, lanjut dia, akan diproyeksikan sebagai pelabuhan kargo sehingga dapat memberikan efek ganda bagi perekonomian masyarakat Moro.
''Pembangunan pelabuhan kargo di Gelugur diharapkan mampu mengangkat perekonomian masyarakat Moro yang masih tertinggal dibandingkan kecamatan lain,'' ucapnya.
(ANT-HAM/A013/Btm1)