Logo Header Antaranews Kepri

Jelang akhir tahun, harga kebutuhan pokok di Tanjungpinang mulai turun

Rabu, 31 Desember 2025 05:02 WIB
Image Print
Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura memantau perkembangan harga bahan pokok pada operasi pasar murah di Kota Tanjungpinang, Senin (24/11/2025). ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) menyatakan, harga kebutuhan pokok mulai mengalami penurunan setelah sempat melonjak jelang akhir tahun 2025.

"Penurunan harga ini dipengaruhi oleh meningkatnya pasokan dan ketersediaan stok di pasar," kata Kepala Bidang Stabilisasi Harga dan Pengembangan Ekspor Disdagin Tanjungpinang Riyanto, Selasa.

Dia menyampaikan, pemerintah daerah terus berkomitmen menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok, khususnya menjelang akhir tahun, melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

Baca juga: BI Kepri komitmen perkuat UMKM untuk daya saing daerah

Pihaknya juga rutin melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan distributor serta pemangku kepentingan terkait guna memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga.

"Pemerintah daerah sudah menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan guna menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat, seperti operasi pasar murah,” ujarnya.

Disdagin Tanjungpinang, lanjut dia, akan melakukan pemantauan harga secara berkala serta menyampaikan informasi perkembangan harga kepada masyarakat melalui kanal resmi pemerintah.

Baca juga: Bupati Natuna terbitkan surat edaran larangan penggunaan medsos saat jam kerja

Lanjutnya menyampaikan berdasarkan hasil pantauan per 29 Desember 2025 di Pasar Bintan Center, harga sejumlah bahan pokok di Tanjungpinang terpantau mulai mengalami penurunan, sementara kondisi pasar secara umum relatif aman.

Hasil pemantauan menunjukkan beberapa komoditas strategis mengalami penurunan harga, di antaranya cabai merah keriting turun dari Rp73.000 menjadi Rp68.000 per kilogram, serta cabai rawit merah dari Rp95.000 menjadi Rp87.000 per kilogram.

Penurunan harga juga terjadi pada daging ayam ras karkas dari Rp45.000 menjadi Rp44.000 per kilogram, serta bawang merah dari Rp55.000 menjadi Rp54.000 per kilogram.

Selain itu, sejumlah komoditas hortikultura turut mengalami penurunan harga, seperti sawi hijau dari Rp12.000 menjadi Rp10.000 per kilogram, kangkung dari Rp14.000 menjadi Rp12.000 per kilogram, serta kacang panjang dari Rp14.000 menjadi Rp12.000 per kilogram.

Sementara itu, komoditas cabai rawit hijau tercatat mengalami kenaikan harga, dari Rp89.000 menjadi Rp97.000 per kilogram, hal ini disebabkan oleh terbatasnya stok di tingkat pedagang.

"Kenaikan pada cabai rawit hijau disebabkan keterbatasan stok, namun secara umum kondisi pasar relatif aman,” demikian Riyanto.

Baca juga: BNNP Kepri sediakan layanan curhat untuk tahanan



Pewarta :
Editor: Laily Rahmawaty
COPYRIGHT © ANTARA 2026