Subkon Kumpulkan Koin Utang Drydocks
Selasa, 22 Februari 2011 16:07 WIB
Pengelola perusahaan subkontraktor mengumpulkan koin seribu rupiah ketika protes terhadap Drydocks World Group yang dianggap tidak mampu membayar utang Rp100 miliar. (kepri.antaranews.com/YJ Naim)
Batam (ANTARA News) - Perusahaan subkontraktor mengumpulkan koin seribu rupiah untuk mengganti utang yang belum dibayar perusahaan internasional Drydocks World Group.
"Kami kumpulkan koin sebagai ganti utang Drydocks," kata juru bicara perusahaan subkontrakor Frans Tiwow di sela-sela dengar pendapat bersama DPRD, pimpinan Drydocks World Group (DDWG) dan aparat kepolisian di Batam, Selasa.
Perusahaan-perusahaan subkontrakor menganggap DDWG tidak mampu membayar utang, sehingga mengumpulkan koin sumbangan.
Ia mengatakan seluruh perusahaan subkontraktor sudah kehilangan kepercayaan kepada DDWG untuk membayar utang.
"Kami sudah tidak percaya lagi. Bagi yang tidak percaya silahkan berdiri," kata dia disambut seluruh perwakilan subkontrakor dengan berdiri dari kursi DPRD.
Koin Rp1.000 dikumpulkan menggunakan kotak khusus yang bertuliskan koin Rp1.000 untuk uang drydocks.
Kotak itu diedarkan perwakilan perusahaan subkontrakor dalam rapat dengar pendapat DPRD.
DDWG mengutang sekitar Rp100 miliar kepada 60 perusahaan subkontrakor atas pengerjaan kapal pada 2010.
Awalnya, pihak Drydocks menjanjikan membayar 10 persen dari total utang sebelum 28 Februari 2011 dan melunasi seluruhnya paling lambat 30 April 2011, dengan janji tidak akan mengeluarkan aset dari pabrik sebelum pelunasan.
Namun, pada Rabu (16/2), pihak DrydocKS menjual 10 trailer plat baja senilai Rp200 juta kepada perusahaan galangan kapal lain di Batam.
Pimpinan DDWG Khamis Buamin dari Dubai mengatakan tidak tahu perjanjian tentang pelarangan penjualan aset perusahaan.
Khamis mengatakan tetap berkomitmen membayar seluruh utang Drydocks. Namun, mekanisme pembayarnnya belum disepakati.
Sampai berita ini diturunkan, rapat dengar pendapat masih berlangsung.
(Y011/S006/Btm2)
"Kami kumpulkan koin sebagai ganti utang Drydocks," kata juru bicara perusahaan subkontrakor Frans Tiwow di sela-sela dengar pendapat bersama DPRD, pimpinan Drydocks World Group (DDWG) dan aparat kepolisian di Batam, Selasa.
Perusahaan-perusahaan subkontrakor menganggap DDWG tidak mampu membayar utang, sehingga mengumpulkan koin sumbangan.
Ia mengatakan seluruh perusahaan subkontraktor sudah kehilangan kepercayaan kepada DDWG untuk membayar utang.
"Kami sudah tidak percaya lagi. Bagi yang tidak percaya silahkan berdiri," kata dia disambut seluruh perwakilan subkontrakor dengan berdiri dari kursi DPRD.
Koin Rp1.000 dikumpulkan menggunakan kotak khusus yang bertuliskan koin Rp1.000 untuk uang drydocks.
Kotak itu diedarkan perwakilan perusahaan subkontrakor dalam rapat dengar pendapat DPRD.
DDWG mengutang sekitar Rp100 miliar kepada 60 perusahaan subkontrakor atas pengerjaan kapal pada 2010.
Awalnya, pihak Drydocks menjanjikan membayar 10 persen dari total utang sebelum 28 Februari 2011 dan melunasi seluruhnya paling lambat 30 April 2011, dengan janji tidak akan mengeluarkan aset dari pabrik sebelum pelunasan.
Namun, pada Rabu (16/2), pihak DrydocKS menjual 10 trailer plat baja senilai Rp200 juta kepada perusahaan galangan kapal lain di Batam.
Pimpinan DDWG Khamis Buamin dari Dubai mengatakan tidak tahu perjanjian tentang pelarangan penjualan aset perusahaan.
Khamis mengatakan tetap berkomitmen membayar seluruh utang Drydocks. Namun, mekanisme pembayarnnya belum disepakati.
Sampai berita ini diturunkan, rapat dengar pendapat masih berlangsung.
(Y011/S006/Btm2)
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
XLSMART di Medan gelar donor darah kumpulkan 80 kantong rayakan HUT RI
28 August 2025 15:42 WIB, 2025
Progres Sirekap 51,28 persen, PDI Perjuangan kumpulkan 16,43 persen suara
19 February 2024 8:36 WIB, 2024
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
BP3MI Kepri matangkan skema khusus pekerja perbatasan Karimun dan Meranti
26 September 2026 17:22 WIB
ISMI Kepri 2026--2030 resmi dikukuhkan, Misni minta amanah dijalankan untuk kemajuan daerah
26 September 2026 15:49 WIB
Pemkot Batam bangun kolam retensi dan drainase di sejumlah kawasan untuk atasi genangan
25 September 2026 14:06 WIB