Menag Prihatin Maraknya Aliran Sesat
Rabu, 30 Maret 2011 15:18 WIB
Menteri Agama Suryadharma Ali. (ANTARA)
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Agama Suryadharma Ali mengaku prihatin terhadap maraknya aliran sesat di tengah masyarakat, karena kelompok sesat atau pun sempalan itu menyatakan sebagai umat Islam, tapi di dalamnya justru mengacak-acak Islam.
"Rusaknya akhlak dan moral generasi muda dan maraknya aliran sesat itu menunjukkan kekosongan dakwah yang dimanfaatkan oleh sekelompok orang," katanya di hadapan ribuan ibu-ibu majelis taklim yang memadati Istora Senayan, saat peluncuran program Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji (Gemmar Mengaji) di Istora Senayan, Jakarta, Rabu.
Ia mengajak seluruh komponen untuk hijrah dari fanatisme golongan dan mazhab, dan mencegah permusuhan di antara umat.
"Kebebasan dalam bergama, itu harus ada batasnya. Kebebasan, tidak boleh menghina dan acak-acak kitab suci agama lain. Nabi terakhir adalah Muhammad, dan tidak ada lagi nabi. Begitu juga kitab suci Al Quran," katanya.
"Maka program Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji itu untuk cegah masuknya pemikiran/paham ajaran sesat dan mencegah rusaknya akhlak generasi muda," ungkap Menteri Agama Suryadharma Ali.
(*)
"Rusaknya akhlak dan moral generasi muda dan maraknya aliran sesat itu menunjukkan kekosongan dakwah yang dimanfaatkan oleh sekelompok orang," katanya di hadapan ribuan ibu-ibu majelis taklim yang memadati Istora Senayan, saat peluncuran program Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji (Gemmar Mengaji) di Istora Senayan, Jakarta, Rabu.
Ia mengajak seluruh komponen untuk hijrah dari fanatisme golongan dan mazhab, dan mencegah permusuhan di antara umat.
"Kebebasan dalam bergama, itu harus ada batasnya. Kebebasan, tidak boleh menghina dan acak-acak kitab suci agama lain. Nabi terakhir adalah Muhammad, dan tidak ada lagi nabi. Begitu juga kitab suci Al Quran," katanya.
"Maka program Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji itu untuk cegah masuknya pemikiran/paham ajaran sesat dan mencegah rusaknya akhlak generasi muda," ungkap Menteri Agama Suryadharma Ali.
(*)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Yaqut Cholil didakwa rugikan negara Rp622 M terkait kasus korupsi kuota haji
11 August 2026 14:59 WIB
Sidang praperadilan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil ditunda 3 Maret 2026
24 February 2026 11:57 WIB
Menag RI tekankan pentingnya penguatan mental dan spritual bagi para ASN Kemenag Kepri
15 January 2026 15:47 WIB
Di Tanjungpinang, Menag sebut Isra Miraj momentum tingkatkan kualitas spritual
15 January 2026 9:49 WIB
Lebih dari 2.000 Gen Z meriahkan acara Peaceful Muharam di Masjid Istiqlal
27 June 2025 14:21 WIB, 2025
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Gibran minta kebutuhan dasar warga terdampak gempa jadi prioritas penanganan
20 August 2026 22:54 WIB