Program Pengentasan Kemiskinan Belum Maksimal
Sabtu, 14 Mei 2011 14:59 WIB
Batam (ANTARA News) - Menteri Sosial, Salim Segaf Al Jufri mengatakan tenaga pendamping program pengentasan kemiskinan melalui kelompok usaha bersama masih kurang, sehingga hasilnya belum maksimal.
"Jumlah pastinya saya belum tahu, tapi masih sangat kurang. Seharusnya setiap dua sampai lima kelompok ada satu pendamping kelompok usaha bersama (kube)," ujarnya di Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (14/5).
Tugas pendamping, kata dia, memberikan arahan dan membimbing hingga kube bisa mandiri.
Selama ini, menurutnya, usaha pengentasan kemiskinan hanya sampai pada penyaluran bantuan ke masyarakat yang menjadi sasaran dan pelaksanaannya kurang arahan dan bimbingan.
"Tanpa pendamping yang memberikan arahan akhirnya usaha mereka banyak yang gagal," akunya.
Jufri juga mengimbau, setiap kepala daerah memiliki program sendiri dalam pengentasan kemiskinan yang disesuaikan dengan kondisi daerah setempat.
"Kepala daerah yang paling tahu daerah dan cara mengatasi kemiskinan di daerah mereka," ucapnya.
Sekretaris Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kemensos Hartono Laras, mengatakan pada 2011 ada 125 ribu kepala keluarga yang menjadi sasaran program kube dengan total anggaran sekitar Rp430 miliar.
"Satu kelompok terdiri dari 10 kepala keluarga yang mendapatkan bantuan sebesar Rp20 juta," ujarnya.
Hartono menambahkan, bila kelompok mampu menjalankan usahanya bantuan yang diberikan pada periode berikutnya menjadi Rp30 juta.
(ANT-L/Btm1)
"Jumlah pastinya saya belum tahu, tapi masih sangat kurang. Seharusnya setiap dua sampai lima kelompok ada satu pendamping kelompok usaha bersama (kube)," ujarnya di Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (14/5).
Tugas pendamping, kata dia, memberikan arahan dan membimbing hingga kube bisa mandiri.
Selama ini, menurutnya, usaha pengentasan kemiskinan hanya sampai pada penyaluran bantuan ke masyarakat yang menjadi sasaran dan pelaksanaannya kurang arahan dan bimbingan.
"Tanpa pendamping yang memberikan arahan akhirnya usaha mereka banyak yang gagal," akunya.
Jufri juga mengimbau, setiap kepala daerah memiliki program sendiri dalam pengentasan kemiskinan yang disesuaikan dengan kondisi daerah setempat.
"Kepala daerah yang paling tahu daerah dan cara mengatasi kemiskinan di daerah mereka," ucapnya.
Sekretaris Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kemensos Hartono Laras, mengatakan pada 2011 ada 125 ribu kepala keluarga yang menjadi sasaran program kube dengan total anggaran sekitar Rp430 miliar.
"Satu kelompok terdiri dari 10 kepala keluarga yang mendapatkan bantuan sebesar Rp20 juta," ujarnya.
Hartono menambahkan, bila kelompok mampu menjalankan usahanya bantuan yang diberikan pada periode berikutnya menjadi Rp30 juta.
(ANT-L/Btm1)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menteri Bahlil jamin kuota produksi batu bara cukup penuhi kebutuhan listrik nasional
16 September 2026 14:40 WIB
Dirjen Bea Cukai ungkap tak ada perubahan arahan dari Menteri Keuangan yang baru
15 September 2026 16:55 WIB
Menkeu Suahasil siap lanjutkan koordinasi dengan KSSK dalam menentukan arah kebijakan
15 September 2026 13:59 WIB
Akibat kabur asap, Pesawat yang ditumpangi Menteri Kehutanan gagal mendarat di Kalbar
03 September 2026 16:10 WIB
Menteri Luar Negeri Singapura berkunjung ke Batam perkuat kerjasama bilateral
03 September 2026 11:14 WIB
Menteri PU dukung pembangunan museum dan monumen bahasa nasional Pulau Penyengat
30 August 2026 22:19 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Dinkes Natuna kampanyekan pentingnya menjaga kesehatan sejak masa kehamilan
17 September 2026 22:55 WIB