Warga Rohingya menyebrang ke Bangladesh akibat perang junta-pemberontak
Selasa, 6 Februari 2024 14:04 WIB
Arsip foto - Sejumlah pengungsi Rohingya beraktifitas di Kamp Pengungsian Ukhia, Cox Bazar, Bangladesh, Kamis (28/9/2017). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc/aa.
Dhaka, Bangladesh (ANTARA) - Pengungsi internal Rohingya dari negara bagian Rakhine Myanmar menyeberang ke Bangladesh dalam gelombang baru migrasi paksa untuk mendapatkan keamanan, perlindungan dan makanan akibat semakin parahnya pertempuran antara junta militer dengan kelompok pemberontak.
Banyak di antara pengungsi itu menyeberang ke kamp pengungsian di bagian tenggara Cox's Bazar, Bangladesh, di mana 1,2 juta Muslim dari Myanmar telah berada di tempat itu untuk mencari perlindungan.
Mohammad Nur Hashem, seorang Rohingya Maji atau tokoh masyarakat di kamp pengungsi Cox's Bazar, mengatakan kepada Anadolu bahwa "ratusan Rohingya telah berkumpul di sepanjang perbatasan Bangladesh di tenggara Barnaban dan Sungai Transboundary Naf."
"Kami telah mendapat konfirmasi beberapa warga Rohingya mengungsi di kamp Kutupalong dan Balukhali di Cox's Bazar melalui perlintasan perbatasan ilegal. Situasi yang memburuk di Myanmar mengakibatkan terjadinya arus masuk baru," ujar Hashem.
Hashem mengatakan, "Lebih dari seratus warga Rohingya telah tiba di beberapa kamp di Cox's Bazar dalam dua bulan terakhir."
MInggu lalu, Ketua hak asasi PBB Volker Turk juga mengatakan bahwa konflik bersenjata yang sedang terjadi antara junta Myanmar dengan kelompok bersenjata oposisi memberikan dampak besar bagi masyarakat Rohingya yang sudah menderita.
Mohammed Rezuwan Khan,yang kehilangan kontak dengan saudaranya di Rakhine, mengatakan kepada Anadolu bahwa "beberapa kerabatnya di Rakhine telah mengungsi secara internal ketika militer junta melakukan serangan yang sebagian besar di desa-desa Muslim."
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Warga Rohingya lari ke Bangladesh akibat perang junta-pemberontak
Banyak di antara pengungsi itu menyeberang ke kamp pengungsian di bagian tenggara Cox's Bazar, Bangladesh, di mana 1,2 juta Muslim dari Myanmar telah berada di tempat itu untuk mencari perlindungan.
Mohammad Nur Hashem, seorang Rohingya Maji atau tokoh masyarakat di kamp pengungsi Cox's Bazar, mengatakan kepada Anadolu bahwa "ratusan Rohingya telah berkumpul di sepanjang perbatasan Bangladesh di tenggara Barnaban dan Sungai Transboundary Naf."
"Kami telah mendapat konfirmasi beberapa warga Rohingya mengungsi di kamp Kutupalong dan Balukhali di Cox's Bazar melalui perlintasan perbatasan ilegal. Situasi yang memburuk di Myanmar mengakibatkan terjadinya arus masuk baru," ujar Hashem.
Hashem mengatakan, "Lebih dari seratus warga Rohingya telah tiba di beberapa kamp di Cox's Bazar dalam dua bulan terakhir."
MInggu lalu, Ketua hak asasi PBB Volker Turk juga mengatakan bahwa konflik bersenjata yang sedang terjadi antara junta Myanmar dengan kelompok bersenjata oposisi memberikan dampak besar bagi masyarakat Rohingya yang sudah menderita.
Mohammed Rezuwan Khan,yang kehilangan kontak dengan saudaranya di Rakhine, mengatakan kepada Anadolu bahwa "beberapa kerabatnya di Rakhine telah mengungsi secara internal ketika militer junta melakukan serangan yang sebagian besar di desa-desa Muslim."
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Warga Rohingya lari ke Bangladesh akibat perang junta-pemberontak
Pewarta : Yoanita Hastryka Djohan
Editor : Angiela Chantiequ
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Para Pemimpin ASEAN memberikan peringatan kepada Junta Militer Myanmar
12 November 2022 10:15 WIB, 2022
Indonesia tegaskan ASEAN tak beri pengakuan terhadap junta militer Myanmar
04 August 2021 16:41 WIB, 2021
Pemerintah bayangan Myanmar kutuk junta militer karena ambil peran PM
02 August 2021 20:37 WIB, 2021
Terpopuler - Jagat
Lihat Juga
Tren "mudik terbalik" saat Imlek kian populer di kalangan anak muda di China
12 February 2026 12:12 WIB
Komisi Eropa ajukan keberatan ke Meta terkait pembatasan akses AI di WhatsApp
10 February 2026 13:54 WIB
Perdana Menteri Inggris minta maaf atas penunjukan dubes terkait kasus Epstein
06 February 2026 15:53 WIB
Gencatan senjata tahap kedua, 54 jenazah warga Palestina telah tiba di Gaza
05 February 2026 11:16 WIB
Kapolri usulkan Bintang Bhayangkara untuk Meri Hoegeng bentuk penghormatan
04 February 2026 14:22 WIB