
Pemerintah panggil pihak SPPG terkait dugaan keracunan MBG di Singkawang

Singkawang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang, Kalbar memanggil pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bukit Batu, Kecamatan Singkawang Tengah, menyusul dugaan keracunan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami puluhan siswa MAN Model Singkawang.
Sekretaris Daerah Kota Singkawang Dwi Yanti mengatakan, hingga saat ini penyebab pasti dugaan keracunan tersebut masih menunggu hasil uji laboratorium dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM).
“Untuk penyebabnya belum dapat dipastikan karena kami masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan di laboratorium BBPOM,” kata Dwi Yanti di Singkawang, Selasa (10/2).
Ia menjelaskan, dari total 56 siswa MAN Model Singkawang yang sempat mengalami gejala dan menjalani perawatan medis, kondisi mereka kini terus membaik. Hingga Selasa, hanya dua siswa yang masih menjalani perawatan, sementara lainnya telah diperbolehkan pulang.
Terkait kejadian tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengeluarkan surat pemberhentian sementara operasional dapur SPPG Bukit Batu sampai batas waktu yang belum ditentukan, sambil menunggu hasil investigasi dan evaluasi menyeluruh.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang Achmad Hardin mengatakan, pihaknya bersama tim MBG telah melakukan berbagai upaya pengawasan, mulai dari pelatihan pengelola dapur, penerbitan sertifikat laik operasional, hingga pendampingan langsung di lokasi dapur.
Berdasarkan koordinasi Pemkot Singkawang dengan BPJS Kesehatan setempat, seluruh biaya perawatan siswa yang terdampak ditanggung oleh BPJS. Namun demikian, pihak SPPG menyatakan tetap siap bertanggung jawab apabila terdapat biaya yang tidak dapat diklaim.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkot Singkawang panggil pihak SPPG terkait dugaan keracunan MBG
Pewarta : Narwati
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
