Disperindag Batam segel nozel Pertamax di SPBU Simpang KDA
Kamis, 13 Juni 2024 16:32 WIB
Disperindag Batam saat melakukan sidak dan penyegelan nozel Pertamax 92 yang tercampur air (ANTARA/Jessica)
Batam (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam menyegel nosel BBM jenis Pertamax 92 di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Simpang KDA Batam Centre akibat tercampur air.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam Gustian Riau di Batam, Kamis mengatakan terdapat dua mobil mengalami mogok usai mengisi BBM jenis Pertamax 92 di SPBU tersebut.
"Dua mobil ini kita tanyakan ternyata mengisi BBM dari SPBU KDA. Mereka ada yang mengisi setengah ada juga dari 0 ke full," kata Gustian.
Terkait hal tersebut, pihaknya langsung melakukan pengujian di SPBU KDA, dengan menguji batas ambang per liter serta menguji kualitas kadar BBM.
"Dari bukti yang ada terlihat memang SPBU ini ada kebocoran. Dari mana airnya kita belum tahu. Sementara kita hentikan dulu operasionalnya. Khusus untuk satu nosel saja. Kita juga memanggil Pertamina biar jangan terulang lagi," kata dia.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Susanto August Satria mengatakan penyebab tercampurnya BBM jenis Pertamax 92 tersebut dikarenakan adanya rembesan air hujan yang mengkontaminasi tangki timbun BBM.
Ia menambahkan terhadap kejadian ini, Pertamina telah menginstruksikan kepada SPBU Simpang KDA Kota Batam untuk menghentikan sementara operasional dan melakukan perbaikan (tank cleaning).
"SPBU akan bertanggung jawab kepada konsumen dengan melakukan perbaikan terhadap kendaraan yang terdampak," ujar Satria.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam Gustian Riau di Batam, Kamis mengatakan terdapat dua mobil mengalami mogok usai mengisi BBM jenis Pertamax 92 di SPBU tersebut.
"Dua mobil ini kita tanyakan ternyata mengisi BBM dari SPBU KDA. Mereka ada yang mengisi setengah ada juga dari 0 ke full," kata Gustian.
Terkait hal tersebut, pihaknya langsung melakukan pengujian di SPBU KDA, dengan menguji batas ambang per liter serta menguji kualitas kadar BBM.
"Dari bukti yang ada terlihat memang SPBU ini ada kebocoran. Dari mana airnya kita belum tahu. Sementara kita hentikan dulu operasionalnya. Khusus untuk satu nosel saja. Kita juga memanggil Pertamina biar jangan terulang lagi," kata dia.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Susanto August Satria mengatakan penyebab tercampurnya BBM jenis Pertamax 92 tersebut dikarenakan adanya rembesan air hujan yang mengkontaminasi tangki timbun BBM.
Ia menambahkan terhadap kejadian ini, Pertamina telah menginstruksikan kepada SPBU Simpang KDA Kota Batam untuk menghentikan sementara operasional dan melakukan perbaikan (tank cleaning).
"SPBU akan bertanggung jawab kepada konsumen dengan melakukan perbaikan terhadap kendaraan yang terdampak," ujar Satria.
Pewarta : Jessica Allifia Jaya Hidayat
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BI Kepri siapkan Rp2,9 triliun uang kartal untuk momen Ramadhan dan Idul Fitri 2026
13 February 2026 17:54 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Satgas Pangan Natuna sidak pasar, pantau harga pangan jelang Imlek dan Ramadhan
14 February 2026 15:04 WIB
BI Kepri siapkan Rp2,9 triliun uang kartal untuk momen Ramadhan dan Idul Fitri 2026
13 February 2026 17:54 WIB
Harga emas di Pegadaian hari ini Jumat 13 Februari naik, tembus Rp3 juta/ gram
13 February 2026 8:36 WIB