Menakertrans: PLRT Turun 50 Persen
Selasa, 17 Januari 2012 12:46 WIB
Batam (ANTARA Kepri) - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengatakan jumlah tenaga kerja Indonesia yang bekerja sebagai penata laksana rumah tangga (PLRT) di luar negeri pada 2011 turun sekitar 50 persen dibanding 2010.
"Pada 2010 jumlahnya sekitar 856 ribu orang, sementara 2011 turun menjadi kurang dari 500.000 orang," kata Muhaimin dalam Rapat Koordinasi Nasional Dana Dekonsentralisasi dan Tugas Pembantu Program Penempatan dan Tugas Perluasan Kesempatan Kerja Tahun 2012 di Planet Holiday Hotel Batam, Senin malam.
Muhaimin mengatakan, berkurangan jumlah PLRT tersebut disebabkan meningkatnya tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri yang bekerja pada sektor formal dan moratorium yang diberlakukan pada 2011.
Ia mengatakan, masyarakat Indonesia yang boleh bekerja di luar negeri hanya mereka yang siap dan memiliki keterampilan.
"Sertifikasi dan kompetensi sebagai pilar utama dan harus ditegakkan. Tidak ada kompromi bagi tenaga kerja yang tidak memiliki hal tersebut untuk bekerja di luar negeri," kata Muhaimin.
Menakertrans berharap upaya pembukaan lapangan kerja di dalam negeri, baik secara langsung maupun melalui peningkatan industri dan investasi, juga dapat mengurangi pengiriman tenaga kerja ke luar negeri, dan secara bertahap dapat menurunkan jumlah TKI yang bekerja sebagai PLRT.
"Dengan upaya tersebut kami berharap jumlah PLRT di luar negeri terus menurun. Pada 2017 diharapkan tidak ada lagi TKI yang bekerja pada sektor PLRT," kata dia.
Menurut dia, jika dengan upaya tersebut masih ada TKI yang bekerja sebagai PLRT, mereka harus mendapat pengakuan yang sama dengan pekerja sektor lain seperti hari libur dan jaminan sosial.
"Kalau tidak bisa 'zero' harus mendapatkan perlakuan sama dengan sektor lain karena mereka juga berhak mendapatkan penghargaan secara formal," kata Muhaimin.
Muhaimin juga mengatakan akan menindak tegas perusahaan jasa penyalur tenaga kerja Indonesia yang tidak memberikan pelatihan secara benar kepada calon TKI dan hanya berorientasi pada keuntungan.(KR-LNO/E005)
"Pada 2010 jumlahnya sekitar 856 ribu orang, sementara 2011 turun menjadi kurang dari 500.000 orang," kata Muhaimin dalam Rapat Koordinasi Nasional Dana Dekonsentralisasi dan Tugas Pembantu Program Penempatan dan Tugas Perluasan Kesempatan Kerja Tahun 2012 di Planet Holiday Hotel Batam, Senin malam.
Muhaimin mengatakan, berkurangan jumlah PLRT tersebut disebabkan meningkatnya tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri yang bekerja pada sektor formal dan moratorium yang diberlakukan pada 2011.
Ia mengatakan, masyarakat Indonesia yang boleh bekerja di luar negeri hanya mereka yang siap dan memiliki keterampilan.
"Sertifikasi dan kompetensi sebagai pilar utama dan harus ditegakkan. Tidak ada kompromi bagi tenaga kerja yang tidak memiliki hal tersebut untuk bekerja di luar negeri," kata Muhaimin.
Menakertrans berharap upaya pembukaan lapangan kerja di dalam negeri, baik secara langsung maupun melalui peningkatan industri dan investasi, juga dapat mengurangi pengiriman tenaga kerja ke luar negeri, dan secara bertahap dapat menurunkan jumlah TKI yang bekerja sebagai PLRT.
"Dengan upaya tersebut kami berharap jumlah PLRT di luar negeri terus menurun. Pada 2017 diharapkan tidak ada lagi TKI yang bekerja pada sektor PLRT," kata dia.
Menurut dia, jika dengan upaya tersebut masih ada TKI yang bekerja sebagai PLRT, mereka harus mendapat pengakuan yang sama dengan pekerja sektor lain seperti hari libur dan jaminan sosial.
"Kalau tidak bisa 'zero' harus mendapatkan perlakuan sama dengan sektor lain karena mereka juga berhak mendapatkan penghargaan secara formal," kata Muhaimin.
Muhaimin juga mengatakan akan menindak tegas perusahaan jasa penyalur tenaga kerja Indonesia yang tidak memberikan pelatihan secara benar kepada calon TKI dan hanya berorientasi pada keuntungan.(KR-LNO/E005)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menteri Bahlil jamin kuota produksi batu bara cukup penuhi kebutuhan listrik nasional
16 September 2026 14:40 WIB
Dirjen Bea Cukai ungkap tak ada perubahan arahan dari Menteri Keuangan yang baru
15 September 2026 16:55 WIB
Menkeu Suahasil siap lanjutkan koordinasi dengan KSSK dalam menentukan arah kebijakan
15 September 2026 13:59 WIB
Akibat kabur asap, Pesawat yang ditumpangi Menteri Kehutanan gagal mendarat di Kalbar
03 September 2026 16:10 WIB
Menteri Luar Negeri Singapura berkunjung ke Batam perkuat kerjasama bilateral
03 September 2026 11:14 WIB
Menteri PU dukung pembangunan museum dan monumen bahasa nasional Pulau Penyengat
30 August 2026 22:19 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Dinkes Natuna kampanyekan pentingnya menjaga kesehatan sejak masa kehamilan
17 September 2026 22:55 WIB