CEO Telegram ditahan, Macron: tidak terkait politik
Selasa, 27 Agustus 2024 5:27 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron. ANTARA/Anadolu/PY
London (ANTARA) - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan penahanan pendiri sekaligus CEO Telegram Pavel Durov, bukan keputusan politis.
"Saya telah melihat berita bohong mengenai Prancis setelah penangkapan Pavel Durov. Prancis sangat berkomitmen pada kebebasan berekspresi dan berkomunikasi, pada inovasi, dan pada semangat kewirausahaan--dan akan tetap begitu," tulis Macron di media sosial X pada Senin.
Ia mengatakan penangkapan Durov di tanah Prancis merupakan bagian dari penyelidikan yudisial yang sedang berlangsung.
"Itu sama sekali bukan keputusan politik. Terserah kepada hakim untuk memutuskan masalah tersebut," kata dia.
Durov ditangkap pada Sabtu (23/8) sekitar pukul 8 malam ketika ia turun dari jet pribadinya di Bandara Bourget di Paris, saat baru saja tiba dari Azerbaijan.
Setelah melakukan penyelidikan awal, Kepolisian Peradilan Nasional Prancis mengeluarkan surat perintah penggeledahan.
Penyelidikan difokuskan pada dugaan kurangnya moderasi Telegram, yang menurut polisi memungkinkan aktivitas kriminal terus berlanjut tanpa hambatan di aplikasi itu.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Macron: Penahanan CEO Telegram tidak terkait politik
"Saya telah melihat berita bohong mengenai Prancis setelah penangkapan Pavel Durov. Prancis sangat berkomitmen pada kebebasan berekspresi dan berkomunikasi, pada inovasi, dan pada semangat kewirausahaan--dan akan tetap begitu," tulis Macron di media sosial X pada Senin.
Ia mengatakan penangkapan Durov di tanah Prancis merupakan bagian dari penyelidikan yudisial yang sedang berlangsung.
"Itu sama sekali bukan keputusan politik. Terserah kepada hakim untuk memutuskan masalah tersebut," kata dia.
Durov ditangkap pada Sabtu (23/8) sekitar pukul 8 malam ketika ia turun dari jet pribadinya di Bandara Bourget di Paris, saat baru saja tiba dari Azerbaijan.
Setelah melakukan penyelidikan awal, Kepolisian Peradilan Nasional Prancis mengeluarkan surat perintah penggeledahan.
Penyelidikan difokuskan pada dugaan kurangnya moderasi Telegram, yang menurut polisi memungkinkan aktivitas kriminal terus berlanjut tanpa hambatan di aplikasi itu.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Macron: Penahanan CEO Telegram tidak terkait politik
Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Liga Prancis: Gol penalti Tolisso selamatkan Lyon dari kekalahan lawan Paris FC
09 March 2026 5:52 WIB
Menang adu penalti, Lens singkirkan Lyon dan segel tiket semifinal Piala Prancis
06 March 2026 6:09 WIB
Terpopuler - Jagat
Lihat Juga
WHO peringatkan krisis persediaan medis di Gaza akibat pembatasan akses masuk
07 March 2026 15:37 WIB
Buku 'Prinsipil Ekonomi' Ferry Irwandi kemas literasi dasar ekonomi jadi lebih ringan
02 March 2026 13:45 WIB
Iran Bentuk Dewan Darurat: Presiden dan Ketua Pengadilan Ambil Alih Tugas Khamenei
01 March 2026 11:52 WIB