Bawang Impor Banjiri Batam
Selasa, 31 Januari 2012 16:10 WIB
Batam (ANTARA Kepri) - Bawang impor asal China dan India yang membanjiri Batam membuat bawang lokal di pasaran setempat tidak diminati karena harganya yang tinggi.
"Harganya yang murah membuat masyarakat lebih memilih bawang impor walaupun kualitas bawang lokal jauh lebih baik," kata pedagang di Pasar Tos 3.000 Kota Batam, Amrizal, Selasa.
Ia mengatakan, harga bawang merah impor sekitar Rp5 ribu per kilogram, sementara bawang putih Rp7 ribu per kilogram. Sementara harga bawang merah lokal Rp13-14 ribu per kilogram dan bawang putih lokal Rp10-12 ribu per kilogram.
"Masyarakat tidak begitu berminat membeli bawang lokal karena harganya hingga dua kali lipat dibanding bawang impor," kata dia.
Ia mengatakan, harga barang lokal yang mahal sangat dipengaruhi cuaca. Bila cuaca sedang tidak bagus sering kali pasokan dari Jawa terhambat dan mengakibatkan harganya melambung hingga Rp30 ribu per kilogram.
"Pasokan yang tidak menentu membuat harganya berubah-ubah. Namun bila dibanding bawang impor harganya selalu lebih tinggi," kata dia.
Zulaikah, pedagang lain mengatakan terdapat perbedaan antara bawang lokal dan bawang impor.
Bawang merah lokal, kata dia, berwarna lebih merah dan cenderung lebih kecil di banding bawang impor. Demikian juga dengan bawang putih yang lebih kecil dan lebih kering bila dibanding bawang impor.
"Bawang lokal jauh lebih bisa disimpan lama dibanding bawang impor yang cepat busuk," kata dia.
Pertengahan Januari 2012, ribuan petani bawang merah dari Kabupaten Brebes dan Kabupaten Tegal serta Kabupaten Cirebon berunjuk rasa di depan Pasar Bawang Klampok, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes.
Mereka menuntut pemerintah menghentikan impor bawang merah. Impor mengakibatkan harga bawang merah lokal anjlok hingga Rp2.000 per kilogram.
Harga tersebut jauh di bawah titik impas biaya produksi, yaitu sekitar Rp5.000 per kilogram. Harga rendah sudah berlangsung sekitar enam bulan terakhir.
"Sebagai pedagang kami hanya menjual barang yang diminati konsumen saja, bila harus ada kebijakan penghentian impor untuk melindungi petani lokal kami juga mendukung," kata Zulaikah.
(KR-LNO/B008)
"Harganya yang murah membuat masyarakat lebih memilih bawang impor walaupun kualitas bawang lokal jauh lebih baik," kata pedagang di Pasar Tos 3.000 Kota Batam, Amrizal, Selasa.
Ia mengatakan, harga bawang merah impor sekitar Rp5 ribu per kilogram, sementara bawang putih Rp7 ribu per kilogram. Sementara harga bawang merah lokal Rp13-14 ribu per kilogram dan bawang putih lokal Rp10-12 ribu per kilogram.
"Masyarakat tidak begitu berminat membeli bawang lokal karena harganya hingga dua kali lipat dibanding bawang impor," kata dia.
Ia mengatakan, harga barang lokal yang mahal sangat dipengaruhi cuaca. Bila cuaca sedang tidak bagus sering kali pasokan dari Jawa terhambat dan mengakibatkan harganya melambung hingga Rp30 ribu per kilogram.
"Pasokan yang tidak menentu membuat harganya berubah-ubah. Namun bila dibanding bawang impor harganya selalu lebih tinggi," kata dia.
Zulaikah, pedagang lain mengatakan terdapat perbedaan antara bawang lokal dan bawang impor.
Bawang merah lokal, kata dia, berwarna lebih merah dan cenderung lebih kecil di banding bawang impor. Demikian juga dengan bawang putih yang lebih kecil dan lebih kering bila dibanding bawang impor.
"Bawang lokal jauh lebih bisa disimpan lama dibanding bawang impor yang cepat busuk," kata dia.
Pertengahan Januari 2012, ribuan petani bawang merah dari Kabupaten Brebes dan Kabupaten Tegal serta Kabupaten Cirebon berunjuk rasa di depan Pasar Bawang Klampok, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes.
Mereka menuntut pemerintah menghentikan impor bawang merah. Impor mengakibatkan harga bawang merah lokal anjlok hingga Rp2.000 per kilogram.
Harga tersebut jauh di bawah titik impas biaya produksi, yaitu sekitar Rp5.000 per kilogram. Harga rendah sudah berlangsung sekitar enam bulan terakhir.
"Sebagai pedagang kami hanya menjual barang yang diminati konsumen saja, bila harus ada kebijakan penghentian impor untuk melindungi petani lokal kami juga mendukung," kata Zulaikah.
(KR-LNO/B008)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Natuna bidik peluang kerja sama dengan PAUM jaga stabilitas harga pangan
14 April 2026 15:34 WIB
Barantin Kepri musnahkan 4 ton bawang merah yang masuk tanpa prosedur resmi
15 August 2025 20:12 WIB, 2025
Puluhan ton bawang ilegal di Kepri dimusnahkan oleh Karantina dan Bea Cukai
04 July 2025 6:26 WIB, 2025
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Walikota : Pariwisata Batam tingkatkan penerimaan pajak hotel dan restoran
08 September 2026 13:13 WIB