Kunker ASEAN DPRD Batam Tunggu Keputusan Gubernur
Kamis, 1 Maret 2012 8:46 WIB
Batam (ANTARA Kepri) - Rencana kunjungan kerja DPRD Kota Batam ke luar negeri dengan anggaran sekitar Rp2,2 miliar masih menunggu keputusan koordinasi antara Gubernur Kepulauan Riau dengan Menteri Dalam Negeri.
"Kunjungan kerja (kunker) ke luar negeri masih menunggu keputusan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Muhammad Sani yang tengah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri Gamwan Fauzi," kata Ketua DPRD Kota Batam, Surya Sardi di Baram, Rabu.
DPRD Kota Batam, berencana melakukan kunjungan kerja (kunker) ke luar negeri yang akan dilakukan dalam waktu dekat dengan tujuan negara ASEAN.
"Kalau disetujui kami akan melakukan kunjungan ke negara ASEAN. Tentu saja yang sesuai dengan tupoksi dan program kerja masing-masing komisi," kata dia.
Surya mengatakan, berdasarkan peraturan tidak ada larangan anggota DPRD melakukan kunker ke luar negeri.
"Pada dasarnya tidak ada peraturan yang melarang, namun untuk keluar negeri harus mendapat rekomendasi Kementerian Dalam Negeri dan Gubernur," kata Surya.
Anggaran untuk kepentingan kunjungan kerja (kunker) 45 anggota DPRD Batam tahun ini sekitar Rp4,8 miliar. Dana sebesar ini belum termasuk plafon anggaran untuk rencana kunker mereka ke luar negeri sebesar Rp2,2 miliar serta anggaran reses sebesar Rp3,6 miliar.
Wakil Ketua DPRD Kota Batam Aris Hardy Halim mengatakan, DPRD Kota Batam menjadwalkan kunjungan kerja ke empat negara ASEAN untuk menambah wawasan anggota legislatif dalam membuat kebijakan.
"Tiap komisi dijadwalkan melakukan kunker ke luar negeri satu kali setahun," kata Aris.
Komisi III akan berangkat ke Vietnam untuk mempelajari pengelolaan pembangkit listrik, komisi IV ke Filipina melihat balai latihan kerja.
"Kalau komisi I dan II belum tahu mau ke mana. Belum ada laporannya," kata Aris.
Menurut Aris, kunjungan kerja ke luar negeri perlu untuk menambah wawasan anggota DPRD dalam membuat kebijakan.
Batam, kata dia, memiliki karakteristik yang unik, sehingga kunker ke daerah lain di Indonesia saja tidak cukup.
(KR-LNO/M019)
"Kunjungan kerja (kunker) ke luar negeri masih menunggu keputusan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Muhammad Sani yang tengah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri Gamwan Fauzi," kata Ketua DPRD Kota Batam, Surya Sardi di Baram, Rabu.
DPRD Kota Batam, berencana melakukan kunjungan kerja (kunker) ke luar negeri yang akan dilakukan dalam waktu dekat dengan tujuan negara ASEAN.
"Kalau disetujui kami akan melakukan kunjungan ke negara ASEAN. Tentu saja yang sesuai dengan tupoksi dan program kerja masing-masing komisi," kata dia.
Surya mengatakan, berdasarkan peraturan tidak ada larangan anggota DPRD melakukan kunker ke luar negeri.
"Pada dasarnya tidak ada peraturan yang melarang, namun untuk keluar negeri harus mendapat rekomendasi Kementerian Dalam Negeri dan Gubernur," kata Surya.
Anggaran untuk kepentingan kunjungan kerja (kunker) 45 anggota DPRD Batam tahun ini sekitar Rp4,8 miliar. Dana sebesar ini belum termasuk plafon anggaran untuk rencana kunker mereka ke luar negeri sebesar Rp2,2 miliar serta anggaran reses sebesar Rp3,6 miliar.
Wakil Ketua DPRD Kota Batam Aris Hardy Halim mengatakan, DPRD Kota Batam menjadwalkan kunjungan kerja ke empat negara ASEAN untuk menambah wawasan anggota legislatif dalam membuat kebijakan.
"Tiap komisi dijadwalkan melakukan kunker ke luar negeri satu kali setahun," kata Aris.
Komisi III akan berangkat ke Vietnam untuk mempelajari pengelolaan pembangkit listrik, komisi IV ke Filipina melihat balai latihan kerja.
"Kalau komisi I dan II belum tahu mau ke mana. Belum ada laporannya," kata Aris.
Menurut Aris, kunjungan kerja ke luar negeri perlu untuk menambah wawasan anggota DPRD dalam membuat kebijakan.
Batam, kata dia, memiliki karakteristik yang unik, sehingga kunker ke daerah lain di Indonesia saja tidak cukup.
(KR-LNO/M019)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ketua Komisi XII DPR: Industri hulu migas di Batam memiliki daya saing tinggi
05 February 2026 15:08 WIB
Kapolresta Barelang pastikan kunker Menteri Transmigrasi di Rempang berjalan aman
30 March 2025 4:58 WIB, 2025
Komisi IX DPR RI puji kesiapan Pemprov Kepri dalam penyaluran THR Lebaran Idul Fitri
13 March 2025 15:36 WIB, 2025
Sikap istana terkait dugaan pemukulan saat kunker Presiden di Samarinda
10 September 2024 10:09 WIB, 2024
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
Dubes RI Washington sambut rencana LKBN ANTARA buka kantor perwakilan di AS
24 September 2026 15:56 WIB
Pemprov Kepri bersama DPRD tetapkan APBD Perubahan 2026 naik jadi Rp3,63 Triliun
23 September 2026 9:09 WIB
LKBN ANTARA dan 34 kantor berita Asia Pasifik bahas penanganan disinformasi
21 September 2026 7:40 WIB
Pemkot luncurkan Batam Policy Lab untuk pengambilan kebijakan berbasis bukti
19 September 2026 10:58 WIB