Pelra Batam Minta Tambahan APMS
Senin, 25 Juni 2012 12:26 WIB
Batam (ANTARA Kepri) - Persatuan Pengusaha Pelayaran Rakyat Indonesia (Pelra) Kota Batam meminta kepada Pertamina agar dibuatkan agen premium minyak solar (APMS) khusus karena selama kesulitan memperoleh bahan bakar premium untuk operasional kapal.
"Kami sudah layangkan surat ke Pertamina. Minta tambah APMS spesial untuk angkutan domestik di pelabuhan Sekupang," kata Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pelra Batam Masno di Batam, Senin.
Ia mengatakan, selama ini, keberangkatan kapal antarpulau sering tertunda karena sulit mendapatkan bahan bakar.
"Kuota yang diberikan Pertamina untuk APMS Sekilak sering habis dalam waktu 3--4 hari saja. Selebihnya, para pengusaha harus membeli ke SPBU di darat untuk peroleh bahan bakar angkutannya. Ini menyulitkan bagi kami," kata dia.
Untuk keseluruhan armada Pelra yang ada di Pelabuhan Domestik Sekupang, kata dia, dibutuhkan 8--10 ton bensin per harinya, sementara kuota yang dimiliki APMS Sekilak hanya sekitar 300 ton per bulan.
"Kuota itu bukan untuk kami semua, melainkan seluruh kebutuhan bahan bakar di pulau-pulau sekitar Batam," katanya.
Kebutuhan APMS di Sekupang, kata dia, mendesak karena saat kebutuhan tinggi menjelang Lebaran pasokan untuk APMS Sekilak sering putus.
"Kalau tetap seperti ini kami khawatir pada Lebaran nanti akan sulit mendapatkan pasokan bahan bakar. Soalnya akan ada penambahan armada dari 13 menjadi 18 kapal," kata Masno.
Selain itu, DPD Pelra juga meminta Disperindag dan ESDM Kota Batam agar menunjuk tambahan satu SPBU di darat bagi angkutan laut untuk dapat bahan bakar ketika APMS kosong karena saat ini hanya satu SPBU yang ditunjuk pemerintah untuk melayani penjualan bensin bagi angkutan laut melalui surat rekomendasi.
"Kami juga minta supaya setidaknya ada dua SPBU lagi yang ditunjuk. Itu pun cukup jauh dari pelabuhan Sekupang, seharusnya ada satu lagi yang dekat dengan pelabuhan," kata Masno. (KR-LNO/D007)
Editor: Rusdianto
"Kami sudah layangkan surat ke Pertamina. Minta tambah APMS spesial untuk angkutan domestik di pelabuhan Sekupang," kata Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pelra Batam Masno di Batam, Senin.
Ia mengatakan, selama ini, keberangkatan kapal antarpulau sering tertunda karena sulit mendapatkan bahan bakar.
"Kuota yang diberikan Pertamina untuk APMS Sekilak sering habis dalam waktu 3--4 hari saja. Selebihnya, para pengusaha harus membeli ke SPBU di darat untuk peroleh bahan bakar angkutannya. Ini menyulitkan bagi kami," kata dia.
Untuk keseluruhan armada Pelra yang ada di Pelabuhan Domestik Sekupang, kata dia, dibutuhkan 8--10 ton bensin per harinya, sementara kuota yang dimiliki APMS Sekilak hanya sekitar 300 ton per bulan.
"Kuota itu bukan untuk kami semua, melainkan seluruh kebutuhan bahan bakar di pulau-pulau sekitar Batam," katanya.
Kebutuhan APMS di Sekupang, kata dia, mendesak karena saat kebutuhan tinggi menjelang Lebaran pasokan untuk APMS Sekilak sering putus.
"Kalau tetap seperti ini kami khawatir pada Lebaran nanti akan sulit mendapatkan pasokan bahan bakar. Soalnya akan ada penambahan armada dari 13 menjadi 18 kapal," kata Masno.
Selain itu, DPD Pelra juga meminta Disperindag dan ESDM Kota Batam agar menunjuk tambahan satu SPBU di darat bagi angkutan laut untuk dapat bahan bakar ketika APMS kosong karena saat ini hanya satu SPBU yang ditunjuk pemerintah untuk melayani penjualan bensin bagi angkutan laut melalui surat rekomendasi.
"Kami juga minta supaya setidaknya ada dua SPBU lagi yang ditunjuk. Itu pun cukup jauh dari pelabuhan Sekupang, seharusnya ada satu lagi yang dekat dengan pelabuhan," kata Masno. (KR-LNO/D007)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Korea Selatan bahas mengenai kontribusi pada Selat Hormuz dengan berbagai negara
09 September 2026 16:21 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Dinkes Natuna kampanyekan pentingnya menjaga kesehatan sejak masa kehamilan
17 September 2026 22:55 WIB