Batam (ANTARA Kepri) - Sebanyak sembilan penanam modal asing (PMA) menyampaikan aplikasi investasi di kawasan perlabuhan dan perdagangan bebas (FTZ) Batam, Kepulauan Riau pada Juli 2012 dengan nilai 15,1 juta dolar AS.

Kasubdit Humas dan Publikasi Badan Pengusahaan (BP) Batam Ilham Eka Hartawan di Batam, Rabu, mengatakan mengatakan sembilan PMA itu berminat berinvestasi di bidang industri barang logam,  barang kulit, jasa pertambangan dan minyak bumi, serta reparasi kapal.

PMA tersebut, kata dia, berasal dari Uni Emirat Arab, Inggris, Malaysia, Australia dan China. Aplikasi investasi ini juga diprediksi membutuhkan tenaga kerja sebanyak 405 orang.

"Aplikasi investasi mengalami peningkatan dibanding Juli tahun lalu yang hanya tujuh PMA dengan nilai 12,35 juta dolar AS," kata Ilham.

BP Batam selama 2012 menargetkan 100 PMA baru berinvestadi di kawasan bebas tersebut. Hingga Juli tercatat sudah 56 perusahaan asing yang merealisasikan investasinya pada berbagai bidang dengan nilai 123,8 juta dolar AS.

"Dengan capaian tersebut, kami yakin target 100 PMA baru akan tercapai pada akhir 2012 nanti," kata dia.

BP Batam membidik negara-negara di kawasan Asia seperti Jepang, Korea, China, Taiwan dan Rusia sebagai negara utama yang diharapkan menanamkan modal di Batam,  mengingat  Amerika dan Eropa masih mengalami krisis global.

"Asia lebih prospektif dibanding Eropa dan Amerika yang tengah mengalami krisis global. Indikasi iklim Batam masih kondusif," kata Ilham.

BP Batam, kata dia, juga mengagendakan promosi ke negara-negara di Asia Timur pada September untuk lebih banyak menggaet investor baru.

Selain itu, kata dia, Kementerian Luar Negeri menjadwalkan "Diplomatic Tour" pada September 2012 ke kawasan perdagangan bebas (FTZ) Batam Bintan Karimun sebagai langkah promosi investasi yang akan diikuti perwakilan dari 20 negara.

"Berdasarkan keterangan terakhir yang kami peroleh dari Kementerian Luar Negeri, kegiatan tersebut akan diikuti beberapa duta besar," kata dia.

Para Duta Besar tersebut akan mengadakan diskusi dengan pejabat Kemenlu, perwakilan dubes asing, pejabat Pemerintah Kota Batam, BP Batam dan perwakilan pengusaha sebelum melakukan kunjungan ke kawasan bebas Batam Bintan Karimun. (KR-LNO/E005)

Editor: Rusdianto