Logo Header Antaranews Kepri

12 PMA Realisasikan Investasi di FTZ

Rabu, 15 Agustus 2012 21:17 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Kepala Bidang Bidang Humas dan Publikasi Badan Pengusahaan Batam Ilham Eka Hartawan mengatakan selama Juli 2012 sebanyak 12 perusahaan asing menanamkan modal di kawasan perdagangan bebas (FTZ) Batam senilai 11,8 juta dolar AS.

"Investasi tersebut diperkirakan mampu menyerap sebanyak 1.119 orang tenaga kerja Indonesia," katanya di Batam, Rabu.

Ia mengatakan, sektor perbaikan dan pembuatan kapal yang membutuhkan banyak pekerja masih menjadi pilihan utama investor.

Ia mengatakan, rata-rata penanam modal yang masuk pada Juli berasal dari Singapura dan Malaysia. Selain itu ada juga perusahaan "joint venture" dengan Indonesia.

"Untuk 'joint venture' yakni Singapura-Indonesia, Malaysia-Indonesia, Singapura-Malaysia dan India-Australia-Indonesia," kata dia.

Ia menambahkan, masuknya 12 penanam modal baru itu menunjukkan Batam masih menjadi pilihan investasi utama dari beberapa negara terutama di kawasan Asia.

"Batam masih kondusif dan diminati banyak investor asing," kata dia.

Selama semester pertama 2012, BP Batam mencatat realisasi investasi asing di Kawasan Pelabuhan dan Perdagangan Batam mencapai 112 juta dolar AS, meningkat sekitar 61 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.

"Pada semester pertama 2011 realisasi investasi hanya 43,4 juta dolar AS. Sementara hingga Juni 2012 ada 44 penanam modal asing (PMA) dengan realisasi investasi sebesar 112 juta dolar AS," kata Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Humas Badan Pengusahaan Batam Dwi Djoko Wiwoho.

Ia mengatakan, pada periode Januari-Maret 2012 terdapat 18 PMA yang telah mendapatkan persetujuan dengan total investasi sebesar 24 juta dolar AS, April sembilan PMA dengan nilai 18 juta dolar AS, Mei sembilan PMA bernilai 61,7 juta dolar AS, sedangkan pada Juni terdapat delapan PMA dengan nilai investasi 8,4 juta dolar AS.

Untuk perusahaan yang melakukan perluasan tercatat hanya terjadi pada April dan Juni. Pada April 2012 sebesar 1,3 juta dolar AS dan Juni 181,3 juta dolar AS, sehingga total perluasan PMA hingga semester I/2012 sebesar 186,7 juta dolar AS.

Sedangkan yang menanamkan modal pada periode tersebut adalah Singapura, Malaysia, Australia, Italia, India, Amerika Serikat, Jerman, Korea Selatan, Filipina, Sri Lanka, British Virgin Island, Belanda, Norwegia, Inggris, Taiwan, Irlandia, Ukraina dan Korea Selatan.

"Bidang perdagangan, industri manufaktur elektronik, pemindahan muatan dan galangan kapal masih menjadi sektor yang diminati oleh investor," kata Djoko.

Dengan bertambahnya investasi tersebut, kata Djoko, nilai investasi di Batam sejak 1971 hingga Juni 2012 mencapai 6,1 miliar dolar AS dari 1.587 perusahaan.

"Batam memiliki peluang investasi di berbagai bidang seperti industri, perdagangan, pemindahan muatan dan pariwisata," kata dia. (KR-LNO/E005)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026