Bekraf pertemukan UKM dengan pemodal melalui Bisma

id bekraf,bekraf batam,bisma batam,umkm batam, ukm batam

Direktur Riset dan Pengembangan Bekraf Wawan Rusiawan mengajak seluruh pelaku industri ekonomi kreatif bergabung dalam Bisma. ANTARA/Yunianti Jannatun Naim

Batam (ANTARA) - Badan Ekonomi Kreatif berupaya mempertemukan Usaha Kecil Menengah bidang ekonomi kreatif dengan penanam modal melalui aplikasi Bisma.

"Bekraf menjadi 'mak comblang' membangun keintiman antara pelaku UKM ekonomi kreatif dengan penanam modal," kaya Direktur Riset dan Pengembangan Bekraf Wawan Rusiawan di Batam, Kepulauan Riau, Jumat.

Data dalam Bisma dapat dimanfaatkan perbankan untuk memahami modal bisnis yang dikembangkan oleh UKM Bekraf, sekaligus sebagai mitigasi risiko kredit macet.

Ia mengakui, hingga kini belum banyak pelaku UKM ekonomi kreatif yang memiliki akses perbankan.

Menurut dia, kesulitan utama pelaku UKM mendapat akses perbankan karena belum memiliki laporan keuangan yang baik, juga belum memiliki badan usaha resmi.

"Itu menjadi kendala dalam pembiayaan perbankan," kata dia.

Dengan bergabung dalam Bisma, maka pelaku UKM ekraf mendapatkan banyak akses pelatihan termasuk tata kelola keuangan yang baik.

Bisma menyiapkan kelas dalam jaringan yang bisa diakses pelaku usaha, berikut dengan model keuangan dan modul pemasaran.

Data-data ekonomi kreatif yang terdapat dalam Bisma juga dapat dimanfaatkan perbankan sebagai acuan dalam penyaluran modal.

"Data Bisma bisa dilirik akses perbankan. Perbankan cari pasar, literasi keuangan membaik, menjadi menarik," kata dia.

Financial Planner, Mada Aryanugraha mengatakan tantangan paling berat bagi pengembangan UKM adalah literasi keuangan yang rendah.

Padahal literasi keuangan penting untuk mendapatkan akses permodalan, demi mendapatkan kepercayaan pemilik modal untuk menanamkan uangnya.

"Investor mikir, uangnya akan balik atau tidak, karena pencatatan keuangan UKM sangat sederhana," kata dia.

Bagi UKM, yang penting ada transaksi, modal bisa diputar.

Menurut dia, agar usaha berkembang, harus ada pencatatan keuangan yang baik, demi melahirkan pengelolaan keuangan yang baik pula.
 
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar