Tokyo (ANTARA) - Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan tsunami pada Rabu untuk wilayah pesisir Pasifik negara itu, usai gempa bumi 8,8 magnitudo terjadi di lepas pantai Semenanjung Kamchatka, Rusia.
Gempa tersebut terjadi sekitar 126 kilometer sebelah timur-tenggara Petropavlovsk-Kamchatsky pada kedalaman sekitar 20 kilometer, menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).
Gelombang tsunami setinggi hingga 4 meter turut terdeteksi di wilayah tenggara Kamchatka yang mengakibatkan sejumlah orang terluka, menurut kantor berita Rusia, Tass.
Badan Meteorologi Jepang memperkirakan gelombang tsunami hingga setinggi 3 meter dapat mencapai wilayah yang membentang dari Hokkaido di Jepang utara hingga Prefektur Wakayama di Jepang barat, serta Kepulauan Ogasawara di selatan.
Badan tersebut juga mencatat gelombang tsunami setinggi 30 sentimeter di Nemuro, wilayah timur Hokkaido, pada pukul 10:30 pagi waktu setempat.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshimasa Hayashi, dalam konferensi pers darurat menyatakan bahwa pemerintah sedang memantau situasi, sembari mengimbau warga di wilayah yang terkena peringatan tsunami untuk mengungsi ke daerah yang lebih tinggi.
Dalam konferensi pers terpisah, Badan Meteorologi Jepang juga meminta masyarakat untuk mengungsi dari wilayah pesisir yang berada dalam cakupan peringatan tsunami.
Guncangan berkekuatan level 2 pada skala intensitas seismik Jepang (maksimum 7) terdeteksi di wilayah Hokkaido, menurut badan tersebut.
Perusahaan kereta api JR East dan JR Central telah menghentikan sementara sejumlah layanan kereta setelah peringatan tsunami dikeluarkan.
Sumber: Kyodo
Baca selanjutnya
Otoritas Rusia...
Dinas Geofisika Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia menyatakan bahwa gempa yang melanda pesisir wilayah Kamchatka di Rusia timur jauh adalah bermagnitudo 8,5, lebih besar dari perkiraan yang dilaporkan sebelumnya.
Akibat gempa yang terjadi Selasa pukul 23:24 waktu GMT atau Rabu pagi waktu setempat tersebut, peringatan tsunami dikeluarkan oleh otoritas setempat.
Menurut Gubernur Kamchatka Vladimir Solodov melalui media sosial Telegram, seismolog Rusia sebelumnya memperkirakan bahwa magnitudo gempa berkisar pada angka 7,7--7,9.
"Sebuah gempa yang sangat kuat telah terjadi, magnitudonya sekitar 8,5," kata direktur pelaksana Dinas Geofisika Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia cabang Kamchatka dalam video yang diunggah di media sosial.
"Berbeda dengan kejadian (gempa) 20 Juli yang lalu, gempa kali ini bisa digolongkan sebagai peristiwa yang unik," kata dia.
Dalam pemutakhiran informasinya, badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menetapkan gempa tersebut bermagnitudo 8,7 dengan titik pusat gempa 126 km tenggara Petropavlovsk-Kamchatsky di kedalaman 18 km.
Pusat Peringatan Tsunami Nasional AS mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah Alaska, Hawaii, Guam, dan Pesisir Barat AS menyusul gempa itu.
Badan Meteorologi Jepang turut memperkirakan gempa tersebut bermagnitudo 8 dan telah mengeluarkan peringatan tsunami dengan ketinggian hingga 3 meter di pesisir.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Jepang keluarkan peringatan tsunami usai gempa 8,8 di Kamchatka, Rusia