Batam (ANTARA Kepri) - Bahan Bakar Minyak bersubsidi makin langka di Batam dan stok solar dan premium di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum habis, kalau pun ada antrean kendaraan mengular.
       
Pantauan di SPBU Tiban Lama, Senin antrean motor dan mobil pribadi serta truk mencapai sekitar 500 meter. Antrean BBM bersubsidi di SPBU Pelita mengular sekitar 500 meter dari arah kiri dan kanan jalan, hingga menyebabkan macet ke arah Nagoya maupun Batu Ampar.
       
Sama dengan Tiban Lama dan Pelita, antrean solar dan bensin di SPBU Sei Ladi hingga ke luar areal SPBU sekitar satu km. Sedangkan di SPBU Tiban Baru dan SPBU Sei Temiang, stok solar dan premium habis.
       
Rani, warga Tiban mengatakan sudah berkeliling sejak pukul 08.00 hingga 9.30 WIB mencari Premium. "Saya sempat antre di Tiban Baru, pas giliran saya, bensin habis."
  
Senada dengan Rani, pengendara taksi, Awaluddin mengatakan sudah keliling untuk mencari Premium, namun selalu kehabisan. Di jalan, mobil mogok akibat kehabisan bahan bakar.
       
"Bensinnya habis," kata pemilik kendaraan saat berhenti di sekitar Tiban.
       
Wakil Wali Kota Batam, Rudi melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah SPBU di Kota Batam, Senin. Sebelumnya, Kuota Bahan Bakar Minyak Subsidi Kota Batam hingga pekan terakhir November 2012 sisa dua persen dari alokasi 100 persen sepanjang tahun.
       
"Sebanyak 98 persen kuota BBM sudah didistribusikan, sekarang tinggal 2 persen saja," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Kota Batam Amsakar Achmad di Batam, Minggu.
       
Padahal, jika mengambil rata-rata distribusi per bulan 8,33 persen, seharusnya kuota BBM untuk Batam masih ada sekitar 10 persen.
       
Hal itu yang menyebabkan langkanya BBM bersubsidi di hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum di Batam.
       
Amsakar mengatakan untuk mengatasi hilangnya BBM bersubsidi dari pasaran ia meminta alokasi BBM dari wilayah lain di Kepri.
       
"Kebutuhan Batam atas BBM tinggi karena kendaraan banyak. Kami minta Pertamina menyisikapi dan share BBM dengan wilayah yang kebutuhannya kecil," katanya.(*)

Editor: Dedi