Pengurus: Demokrat Kepri Mati Suri
Minggu, 10 Februari 2013 19:02 WIB
Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Dua pengurus DPD Partai Demokrat Provinsi Kepulauan Riau menilai organisasinya seperti mati suri sehingga belum ada kegiatan guna meningkatkan elektabilitas partai politik yang didirikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu.
Tidak ada kegiatan yang dapat meningkatkan konsolidasi internal partai, padahal mesin partai harus dipanaskan untuk meningkatkan elektabilitas dan dukungan masyarakat, kata Wakil Ketua II DPD Partai Demokrat Kepulauan Riau (Kepri) Abdul Azis, yang dihubungi dari Tanjungpinang, Sabtu.
Menurut dia, Partai Demokrat Kepri mati suri sejak dipimpin oleh Apri Sujadi, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Bintan. Apri memimpin DPD Demokrat sejak dua tahun lalu.
"Saya kurang yakin pengurus sekarang berpikiran membesarkan partai," ungkapnya, yang juga anggota DPRD Kepri.
Azis juga merasa kecewa bendera partai pun jarang berkibar di pusat keramaian karena tidak ada kegiatan baik di internal maupun di tengah masyarakat. Sebagai contoh, Musyawarah Anak Cabang DPC Batam di Hotel PIH Batam baru-baru ini tidak disertai bendera partai berkibar, padahal itu acara besar yang diikuti pengurus dari 12 kecamatan.
"Sebagian peserta musyawarah itu juga tidak mengenakan baju Demokrat. Ini merupakan peristiwa yang miris sehingga menimbulkan pergolakan di internal partai," ujarnya.
Kondisi itu bertolak belakang dengan pergerakan pemimpin Partai Demokrat Kepri sebelum April, yang setiap tiga bulan sekali menggelar rapat internal agar fungsi dan target partai dapat terlaksana secara maksimal. Musyawarah di tingkat kecamatan pada saat itu juga tidak disatukan, melainkan dilakukan secara terpisah di setiap pengurus kecamatan.
"Saat ini rapat internal jarang dilakukan. Padahal konsolidasi di tingkat internal sangat dibutuhkan," ungkap Azis yang juga mantan Ketua DPD Partai Demokrat Kepri.
Hal senada dikatakan Wakil Ketua Komisi Pengawasan DPD Partai Demokrat Kepri Edi Siswoyo. Ia mengaku berasa sedih karena bendera Partai Demokrat jarang berkibar di Kepri.
"Itu menunjukan pergerakan pengurus Partai Demokrat Kepri lemah," ungkapnya, yang juga Wakil Ketua DPRD Kepri.
Ia merasa pesimistis Partai Demokrat dapat memenangi Pemilu 2014 di Kepri jika mesin politik partai itu tidak berjalan maksimal, seperti kondisi sekarang.
Permasalahan yang menimpa Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum juga mempengaruhi elektabilitas partai baik di tingkat pusat hingga daerah.
"Ini adalah persoalan yang harus diatasi bersama," kata Edia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Tidak ada kegiatan yang dapat meningkatkan konsolidasi internal partai, padahal mesin partai harus dipanaskan untuk meningkatkan elektabilitas dan dukungan masyarakat, kata Wakil Ketua II DPD Partai Demokrat Kepulauan Riau (Kepri) Abdul Azis, yang dihubungi dari Tanjungpinang, Sabtu.
Menurut dia, Partai Demokrat Kepri mati suri sejak dipimpin oleh Apri Sujadi, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Bintan. Apri memimpin DPD Demokrat sejak dua tahun lalu.
"Saya kurang yakin pengurus sekarang berpikiran membesarkan partai," ungkapnya, yang juga anggota DPRD Kepri.
Azis juga merasa kecewa bendera partai pun jarang berkibar di pusat keramaian karena tidak ada kegiatan baik di internal maupun di tengah masyarakat. Sebagai contoh, Musyawarah Anak Cabang DPC Batam di Hotel PIH Batam baru-baru ini tidak disertai bendera partai berkibar, padahal itu acara besar yang diikuti pengurus dari 12 kecamatan.
"Sebagian peserta musyawarah itu juga tidak mengenakan baju Demokrat. Ini merupakan peristiwa yang miris sehingga menimbulkan pergolakan di internal partai," ujarnya.
Kondisi itu bertolak belakang dengan pergerakan pemimpin Partai Demokrat Kepri sebelum April, yang setiap tiga bulan sekali menggelar rapat internal agar fungsi dan target partai dapat terlaksana secara maksimal. Musyawarah di tingkat kecamatan pada saat itu juga tidak disatukan, melainkan dilakukan secara terpisah di setiap pengurus kecamatan.
"Saat ini rapat internal jarang dilakukan. Padahal konsolidasi di tingkat internal sangat dibutuhkan," ungkap Azis yang juga mantan Ketua DPD Partai Demokrat Kepri.
Hal senada dikatakan Wakil Ketua Komisi Pengawasan DPD Partai Demokrat Kepri Edi Siswoyo. Ia mengaku berasa sedih karena bendera Partai Demokrat jarang berkibar di Kepri.
"Itu menunjukan pergerakan pengurus Partai Demokrat Kepri lemah," ungkapnya, yang juga Wakil Ketua DPRD Kepri.
Ia merasa pesimistis Partai Demokrat dapat memenangi Pemilu 2014 di Kepri jika mesin politik partai itu tidak berjalan maksimal, seperti kondisi sekarang.
Permasalahan yang menimpa Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum juga mempengaruhi elektabilitas partai baik di tingkat pusat hingga daerah.
"Ini adalah persoalan yang harus diatasi bersama," kata Edia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ady Indra Pawennari dikukuhkan jadi pengurus Kadin Indonesia 2024 - 2029
14 March 2025 15:46 WIB, 2025
Bahlil umumkan susunan lengkap pengurus Golkar, tidak ada nama Jokowi
07 November 2024 19:03 WIB, 2024
Dewan Kebudayaan Makassar dan KKSS Kepri tandatangani kerja sama pengembangan budaya
26 August 2024 14:09 WIB, 2024
KKSS gandeng Ika Unhas berkolaborasi perkuat ketahanan pangan di Kepri
12 August 2024 7:56 WIB, 2024
Nurdin Halid sebut belum ada pengurus menjadi plt. ketum Partai Golkar
11 August 2024 13:15 WIB, 2024
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
Pemkot luncurkan Batam Policy Lab untuk pengambilan kebijakan berbasis bukti
19 September 2026 10:58 WIB