Moskow (ANTARA) - Pengadilan Distrik Tokyo memerintahkan Cloudflare untuk membayar sekitar 500 juta yen (Rp53,2 miliar) kepada empat penerbit Jepang — Kadokawa, Kodansha, Shueisha, dan Shogakukan — karena memfasilitasi pelanggaran hak cipta.

Menurut pernyataan bersama dari para penggugat, mereka telah memberi tahu Cloudflare bahwa layanan CDN (content delivery network) milik perusahaan AS itu dipakai oleh dua situs besar untuk menayangkan lebih dari 4.000 judul komik Jepang (manga) bajakan.

Kedua situs tersebut pernah mencatatkan lebih dari 300 juta kunjungan per bulan.

Para penerbit juga meminta Cloudflare menghentikan distribusi konten bajakan dari peladen yang dikelolanya. Namun, perusahaan itu tetap menyediakan layanan kepada kedua situs tersebut meski sudah menerima laporan.

Mereka juga menyatakan bahwa dalam kasus lain, Cloudflare tetap mendistribusikan konten bajakan setelah menerima laporan pelanggaran, sehingga mereka mengajukan gugatan pada 1 Februari 2022.

Pengadilan menyatakan bahwa Cloudflare memungkinkan situs pembajak konten beroperasi "dalam kondisi yang menjamin anonimitas tinggi" tanpa verifikasi identitas, sebut pernyataan bersama itu.

Disebutkan pula bahwa kerugian total diperkirakan mencapai sekitar 3,6 miliar yen, tetapi hanya sebagian (sekitar 500 juta yen) yang akan dibayarkan kepada para penggugat.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti


Baca selanjutnya,
China akan buru mata-mata Jepang usai kebocoran informasi rahasia...


Badan intelijen China akan memburu mata-mata Jepang menyusul kebocoran informasi rahasia milik Beijing, menurut laporan South China Morning Post.

Mengutip Kementerian Keamanan Negara China (MSS), surat kabar itu melaporkan pada Rabu (19/11) bahwa dalam beberapa tahun terakhir, otoritas keamanan setempat aktif mengidentifikasi dan mencegah pencurian informasi rahasia oleh dinas intelijen Jepang.

MSS menyatakan pihaknya akan "dengan tegas menggagalkan setiap rencana licik untuk memecah belah negara di lini intelijen" serta "menentang tindakan tercela negara asing yang berupaya mengganggu perdamaian dan stabilitas kawasan."

Ketegangan diplomatik kedua negara meningkat setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan bahwa serangan China ke Taiwan akan menciptakan "situasi yang mengancam kelangsungan hidup" dan memaksa Jepang untuk merespons.

Pernyataan itu memicu kecaman dari China dan serta kritik dari partai oposisi di Jepang.

Menanggapi pernyataan Takaichi itu, Kementerian Luar Negeri China kemudian memanggil Duta Besar Jepang Kenji Kanasugi dan Wakil Menteri Luar Negeri Sun Weidong melayangkan protes resmi.

China juga telah mengimbau warganya untuk tidak pergi ke Jepang.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

 

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kasus manga bajakan: Cloudflare diperintahkan bayar Rp53 miliar

Pewarta : Anton Santoso
Editor : Nadilla
Copyright © ANTARA 2026