Batam (Antara Kepri) - Kualitas pendidikan di pesisir Kota Batam Kepulauan Riau rendah bila dibandingkan dengan pulau utama.
"Dibanding mainland, hinterland tertinggal. Tapi dimaklumi karena sarana pendidikan terbatas," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin.
Kota Batam terdiri dari ratusan pulau-pulau pesisir, puluhan di antaranya berpenghuni. Untuk mendukung pembangunan di hinterland, pemerintah membangun sekolah di pulau-pulau yang ada penduduknya.
Sayangnya, sarana pendidikan di pesisir masih jauh dari standar pulau utama.
Hinterland juga kekurangan guru, kata Muslim. Namun, ia enggan memberikan detil kebutuhan guru.
"Di SMP Pulau Karas sajalah, hanya ada empat guru, padahal harusnya ada 12 orang guru," kata dia.
SMP Pulau Karas hanya satu dari belasan sekolah di pesisir.
Akibat kekurangan tenaga pendidik, kata dia, Dinas Pendidikan mempekerjakan guru SD untuk SMP. Bahkan ada yang mengajar dua pelajaran sekaligus.
"Guru lain diperbantukan. Satu orang bisa ajar dua bidang studi," kata dia.
Menurut Muslim, sulit mencari guru yang mau ditempatkan di pesisir.
"Kalau dari kota dipindahkan ke pulau, kasihan. Keluarga mereka di Batam (pulau utama-red)," kata Muslim.
Pemerintah belum memberikan insentif khusus pada guru yang mengajar di pesisir, sehingga sedikit yang bersedia mengabdi di sekolah-sekolah pulau.
Selama ini, kata Muslim, insentif dan tunjangan diberikan berdasarkan golongan.
"Seharusnya ada tunjangan khusus. Sehingga ada motivasi untuk bertugas di pulau," kata dia.
Terpisah, Wali Kota Batam Ahmad Dahlan mengatakan Batam kekurangan guru mata pelajaran eksakta seperti matematika, Biologi, Fisika dan lainnya.
Untuk memenuhi kebutuhan itu, kata dia, Pemkot Batam mengajukan penambahan PNS baru dari Badan Kepegawaian Negara. (Antara)
Editor: Rusdianto
Kualitas Pendidikan Pesisir Batam Rendah
Sabtu, 30 Maret 2013 17:02 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Natuna sediakan pusat pembelajaran keluarga tingkatkan kualitas pengasuhan
13 April 2026 9:14 WIB