Batam (ANTARA) - Dinas Perikanan (Diskan) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) memastikan program bantuan sarana dan prasarana bagi nelayan tradisional dan pembudidaya ikan tetap berjalan pada tahun 2026 ini, meski dengan anggaran yang mengalami penyesuaian dari tahun lalu.
Kepala Dinas Perikanan Kota Batam Yudi Admajianto mengatakan bantuan yang disalurkan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), termasuk usulan pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD dan Rencana Kerja (Renja) dinas.
“Tahun ini tetap berjalan untuk bantuan perikanan tangkap maupun budidaya, namun ada penurunan untuk besaran anggaran,” ujar Yudi saat dihubungi di Batam, Jumat.
Ia menjelaskan, salah satunya terlihat pada bantuan bioflok yang tahun ini dialokasikan sebanyak 96 unit, turun dari 137 unit pada tahun sebelumnya.
Bantuan benih ikan laut juga menurun, dari 121.206 ekor pada 2025 menjadi sekitar 5.000 ekor tahun ini.
Baca juga: BP3MI Kepri perbaiki tata kelola penempatan PMI secara legal
“Untuk jumlah pokdakan (kelompok pembudidaya ikan) yang akan menerima bantuan masih dalam proses penetapan. Karena ada anggota dewan yang belum menentukan penerima bantuan,” katanya.
Sementara itu, untuk sektor perikanan tangkap, Pemerintah Kota Batam mengalokasikan anggaran sebesar Rp4 miliar pada tahun ini.
“Bantuan ini kita berikan untuk meningkatkan kemampuan produksi nelayan kecil. Semua sarana yang disalurkan sudah disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,” kata Yudi.
Bantuan sarana prasarana yang disalurkan seperti bahan dan alat penangkapan ikan, boat pancung, hingga mesin boat dan sampan.
“Pada tahun 2025, anggaran bantuan perikanan tangkap tercatat sebesar Rp6,7 miliar, jadi ada penyesuaian. Namun ini tetap untuk KUB (Kelompok Usaha Bersama) nelayan kecil di wilayah hinterland maupun mainland,” katanya.
Ia menambahkan, penurunan anggaran salah satunya dipengaruhi oleh berkurangnya usulan pokir dewan serta penyesuaian dalam rencana kerja dinas.
Meski demikian, Diskan Batam tetap berupaya agar bantuan yang ada tepat sasaran dan memberi dampak bagi nelayan serta pembudidaya di kota pesisir itu.
Baca juga: Libur Isra Mi'raj, cuaca Kepri diprakirakan berawan dan berpotensi hujan lokal