Logo Header Antaranews Kepri

Gubernur Kepri targetkan Baznas himpun zakat Rp17 miliar

Sabtu, 7 Maret 2026 10:05 WIB
Image Print
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad. ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menargetkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) daerah setempat menghimpun dana zakat Rp17 miliar pada tahun 2026.

"Maka itu, saya mengimbau seluruh pimpinan OPD Pemprov Kepri dan jajaran, masyarakat, serta lingkungan masing-masing agar menunaikan kewajiban zakat, infak, dan sedekah," kata Ansar usai membayar zakat fitrah melalui Baznas Kepri di Aula Wan Seri Beni, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Jumat.

Gubernur Ansar menyoroti besarnya potensi zakat di Kepri yang hingga kini belum sepenuhnya tergarap. Berdasarkan data, jumlah muzakki yang tercatat baru sekitar 4.800 orang atau badan usaha, padahal potensi sebenarnya dinilai jauh lebih besar.

Ansar menilai pengelolaan zakat yang optimal dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya zakat memiliki keutamaan yang sangat besar bagi umat Islam, tidak hanya sebagai kewajiban agama tetapi juga sebagai sarana memperkuat solidaritas sosial serta membantu mengatasi persoalan kemiskinan.

"Pembayaran zakat fitrah memiliki keutamaan yang luar biasa. Selain menggugurkan dosa, zakat juga menjadi jembatan menuju surga Allah SWT serta membawa keberkahan terhadap harta yang dititipkan kepada kita," ujar Ansar.

Lanjut Ansar mengutarakan zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki dimensi kemanusiaan yang kuat karena mendorong kepedulian terhadap sesama.

Ia menyebut Islam menjamin keberkahan bagi orang yang gemar bersedekah dan berzakat. Ansar mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Ibrahim ayat 7 yang menyatakan bahwa siapa yang bersyukur atas nikmat Allah maka akan ditambah nikmatnya.

Selain mendorong peningkatan penghimpunan zakat, Ansar pun meminta Baznas Kepri terus berinovasi melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat seperti Z-Kitchen, Z-Mart, dan pengembangan UMKM berbasis zakat.

Dia turut mendorong kerja sama antara Baznas dengan organisasi perangkat daerah, dewan kemakmuran masjid, serta lembaga keuangan seperti OJK dan Bank Indonesia untuk memberikan pelatihan manajemen usaha bagi para penerima manfaat.

"Dana zakat yang dikelola mustahik harus bisa berkembang secara maksimal sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berantai oleh masyarakat lainnya," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Kepri Arusman Yusuf mengajak masyarakat, khususnya para aparatur pemerintah dan kalangan mampu, untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas.

Ia menjelaskan zakat memiliki ketentuan nisab dan haul, sedangkan infak dan sedekah tidak memiliki batasan sehingga dapat dilakukan kapan saja sesuai kemampuan.

"Bagi masyarakat yang telah memenuhi nisab, kami mengimbau agar menyalurkan zakatnya melalui Baznas. InsyaAllah kami berupaya mengelolanya secara amanah dan menyalurkannya kepada masyarakat yang membutuhkan," kata Arusman.



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026