Istanbul (ANTARA) - Putra mendiang pemimpin Libya Muammar Gaddafi, Saif al-Islam Gaddafi, dikabarkan tewas dalam dugaan pembunuhan di kota Zintan, Libya barat, menurut keterangan pengacaranya Khaled al-Zaidi dan penasihatnya Abdullah Osman, Selasa malam.
Media Libya melaporkan pembunuhan terhadap Saif al-Islam terjadi di kediamannya dan dilakukan oleh empat orang tak dikenal. Kamera pengintai di lokasi disebut dinonaktifkan sebelum serangan terjadi.
Kantor Kejaksaan Agung Libya telah membuka penyelidikan atas pembunuhan tersebut, menurut media lokal. Hingga kini rincian peristiwa tersebut masih belum jelas, dan pihak berwenang Libya belum mengeluarkan konfirmasi resmi.
Baca juga: 30 orang meninggal akibat Hujan salju ekstrem di Jepang
Sementara itu, mantan Juru bicara rezim Gaddafi, Moussa Ibrahim melalui halaman Facebook-nya, menulis: "Mereka membunuhnya dengan kejam ketika dia menginginkan Libya yang bersatu dan berdaulat, aman bagi seluruh rakyatnya...Mereka membunuh harapan dan masa depan, serta menanamkan kebencian dan permusuhan."
Mengenai dugaan pembunuhan tersebut, Ibrahim mengatakan: "Tujuannya adalah lebih banyak pertumpahan darah, perpecahan Libya dan penghancuran setiap proyek persatuan nasional, demi kepentingan orang asing di negara tersebut."
Kantor Berita Libya mengutip pernyataan "Brigade 444" yang berafiliasi dengan Kementerian Pertahanan Pemerintah Persatuan Nasional yang "dengan tegas" menyangkal keterkaitan mereka dengan bentrokan di Zintan maupun laporan mengenai pembunuhan Saif al- Islam seperti yang beredar di platform media sosial.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Putra Gaddafi dilaporkan tewas dibunuh di kediamannya