Timor Leste Pelajari FTZ Batam
Senin, 22 Juli 2013 17:31 WIB
Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Timor Leste mempelajari kawasan perdagangan bebas yang diterapkan pemerintah di Batam, Kepulauan Riau, untuk kemudian ditiru dan dijalankan di negeri itu.
"Kunjungan ke Batam ini sebagai upaya kami membuat kajian dalam pengembangan industri Timor Leste," kata Menteri Muda Perindustrian dan Koperasi Timur Leste Filipus Nino Pereira di Batam, Senin.
Pemerintahannya menilai Batam berhasil dalam mengembangkan industri dan menerapkan FTZ dengan banyaknya investasi yang masuk, baik dari dalam maupun luar negeri.
"Timor Leste merupakan Negara baru yang kini tengah membangun. Timor Leste melihat Batam sebagai daerah yang maju terutama industri dan tingginya investasi di Kota Batam," kata dia.
Di tempat yang sama, Wali Kota Batam Rudi mengatakan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan Timur Leste sebelum menerapkan FTZ, di antaranya adalah ketersediaan lahan.
Saat Batam dibangun, kata dia, tidak ada yang menguasai lahan, sehingga pemerintah leluasa mengalokasikan lahan untuk investasi. Sedangkan di Timor Leste, kemungkinan banyak daerahnya yang sudah dimiliki masyarakat, sehingga akan sulit diatur dalam pengalokasiannya.
Meski begitu, Pemkot Batam mendukung rencana pengembangan industri di Timor Leste. "Saya, mewakili Indonesia siap membantu, kalau ada kebutuhan tenaga kerja, Indonesia siap membantu," kata dia.
Ia menjelaskan, keberhasilan Batam sebagai FTZ, terutama didorong oleh letaknya yang strategis, berada di Selat Malaka yang padat. Selain itu, juga berdekatan dengan Singapura.
"Batam awalnya hanya didesain sebagai daerah industri, namun kini telah menjadi Kota Besar yang maju tempat bekerjanya orang dari seluruh daerah di Indonesia," kata dia.
Rudi berharap kunjungan delegasi Timor Leste mampu mempererat hubungan persaudaraan kedua negara. (Antara)
Editor: Rusdianto
"Kunjungan ke Batam ini sebagai upaya kami membuat kajian dalam pengembangan industri Timor Leste," kata Menteri Muda Perindustrian dan Koperasi Timur Leste Filipus Nino Pereira di Batam, Senin.
Pemerintahannya menilai Batam berhasil dalam mengembangkan industri dan menerapkan FTZ dengan banyaknya investasi yang masuk, baik dari dalam maupun luar negeri.
"Timor Leste merupakan Negara baru yang kini tengah membangun. Timor Leste melihat Batam sebagai daerah yang maju terutama industri dan tingginya investasi di Kota Batam," kata dia.
Di tempat yang sama, Wali Kota Batam Rudi mengatakan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan Timur Leste sebelum menerapkan FTZ, di antaranya adalah ketersediaan lahan.
Saat Batam dibangun, kata dia, tidak ada yang menguasai lahan, sehingga pemerintah leluasa mengalokasikan lahan untuk investasi. Sedangkan di Timor Leste, kemungkinan banyak daerahnya yang sudah dimiliki masyarakat, sehingga akan sulit diatur dalam pengalokasiannya.
Meski begitu, Pemkot Batam mendukung rencana pengembangan industri di Timor Leste. "Saya, mewakili Indonesia siap membantu, kalau ada kebutuhan tenaga kerja, Indonesia siap membantu," kata dia.
Ia menjelaskan, keberhasilan Batam sebagai FTZ, terutama didorong oleh letaknya yang strategis, berada di Selat Malaka yang padat. Selain itu, juga berdekatan dengan Singapura.
"Batam awalnya hanya didesain sebagai daerah industri, namun kini telah menjadi Kota Besar yang maju tempat bekerjanya orang dari seluruh daerah di Indonesia," kata dia.
Rudi berharap kunjungan delegasi Timor Leste mampu mempererat hubungan persaudaraan kedua negara. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Yuk intip jadwal Indonesia vs Timor Leste di kualifikasi Piala Asia U-20
27 September 2024 14:12 WIB, 2024
Satgas SAR Brimob Polda NTT gotong royong bantu korban gempa di Kota Kupang
03 November 2023 12:46 WIB, 2023
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Kemnaker: Seleksi Pelatihan Vokasi Nasional Tahap 5 berlangsung hingga 23 September
18 September 2026 8:51 WIB
PGN Batam perkuat edukasi jaringan gas capai target 34 ribu sambungan rumah tangga
17 September 2026 14:40 WIB
IHSG hari ini menguat seiring kenaikan bunga The Fed sudah di "priced in" pasar
17 September 2026 10:12 WIB