Belum ada Kepastian Sky Terbang dari Batam
Sabtu, 19 April 2014 23:24 WIB
Salah satu pesawat maskapai Sky Aviation. (antarakepri.com)
Batam (Antara Kepri) - Pengelola Bandara Internasional Hang Nadim Batam menyatakan belum ada kejelasan dari Sky Aviation untuk kembali menerbangi sejumlah rute yang ditinggal sejak pertengahan Maret 2014.
"Belum ada surat dari manajemen yang disampaikan pada kami mengenai rencana Sky kembali menerbangi rute-rute dari Batam yang ditutup sementara sejak pertengahan Maret," kata Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas BP Batam, Dwi Djoko Wiwoho di Batam, Sabtu.
Bandara Internasional Hang Nadim Batam merupakan bandara yang dikelola langsung oleh BP Batam dan Kementerian Perhubungan, bukan oleh PT Angkasa Pura layaknya bandara lain.
Ia mengatakan, maskapai tersebut diharapkan kembali beroperasi pertengahan April.
"Kami masih menunggu surat dari manajemen maskapai mengenai rencana mereka terbang kembali," kata dia.
Maskapai Sky Aviation sebelumnya menjadikan Bandara Internasional Hang Nadim Batam sebagi salah satu penghubung (hub) untuk menerbangi wilayah Sumatera daratan dan sekitarnya.
"Saat ini satu pesawat jenis Sukhoi Superjet-100 masih terpakir di Hang Nadim Batam sejak penghentian seluruh penerbangannya," kata Djoko.
Sky Aviation sebelumnya memiliki sejumlah rute penerbangan dari Batam seperti Natuna, Anambas, Pontianak, Bandar Lampung, Tanjung Karang, serta sejumlah rute lain.
Untuk rute Batam-Natuna mulai akhir Maret 2014 sudah diambil alih oleh Sriwijaya Air yang terbang tiga kali dalam sepekan.
Kepala Bagian Umum Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso sebelumnya mengatakan diharapkan Sriwijaya Air akan menerbangi rute tersebut secara reguler setiap hari.
"Secara bertahap kami harap Sriwijaya akan terbang dari Batam ke Natuna setiap hari," kata dia.
Ia mengatakan, Sriwijaya menerbagi rute tersebut dengan pesawat Boeing 737 klasik yang dioperasikannya. (Antara)
Editor: Rusdianto
"Belum ada surat dari manajemen yang disampaikan pada kami mengenai rencana Sky kembali menerbangi rute-rute dari Batam yang ditutup sementara sejak pertengahan Maret," kata Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas BP Batam, Dwi Djoko Wiwoho di Batam, Sabtu.
Bandara Internasional Hang Nadim Batam merupakan bandara yang dikelola langsung oleh BP Batam dan Kementerian Perhubungan, bukan oleh PT Angkasa Pura layaknya bandara lain.
Ia mengatakan, maskapai tersebut diharapkan kembali beroperasi pertengahan April.
"Kami masih menunggu surat dari manajemen maskapai mengenai rencana mereka terbang kembali," kata dia.
Maskapai Sky Aviation sebelumnya menjadikan Bandara Internasional Hang Nadim Batam sebagi salah satu penghubung (hub) untuk menerbangi wilayah Sumatera daratan dan sekitarnya.
"Saat ini satu pesawat jenis Sukhoi Superjet-100 masih terpakir di Hang Nadim Batam sejak penghentian seluruh penerbangannya," kata Djoko.
Sky Aviation sebelumnya memiliki sejumlah rute penerbangan dari Batam seperti Natuna, Anambas, Pontianak, Bandar Lampung, Tanjung Karang, serta sejumlah rute lain.
Untuk rute Batam-Natuna mulai akhir Maret 2014 sudah diambil alih oleh Sriwijaya Air yang terbang tiga kali dalam sepekan.
Kepala Bagian Umum Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso sebelumnya mengatakan diharapkan Sriwijaya Air akan menerbangi rute tersebut secara reguler setiap hari.
"Secara bertahap kami harap Sriwijaya akan terbang dari Batam ke Natuna setiap hari," kata dia.
Ia mengatakan, Sriwijaya menerbagi rute tersebut dengan pesawat Boeing 737 klasik yang dioperasikannya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Garuda siapkan maskapai Citilink layani penerbangan di Bandara Tanjungpinang
29 January 2026 12:00 WIB
Maskapai Garuda dikabarkan berhenti beroperasi di Bandara RHF Tanjungpinang
24 January 2026 5:01 WIB
Dua maskapai di Bandara RHF kurangi frekuensi penerbangan per Februari 2025
13 February 2025 8:21 WIB, 2025
Maskapai Jeju Air diselidiki karena beberapa kali mengalami masalah pendaratan
30 December 2024 11:54 WIB, 2024
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
BMKG akhiri peringatan dini tsunami pascagempa 7,7 magnitudo di Laut Sulawesi
08 June 2026 12:43 WIB