Batam (Antara Kepri) - Bisnis pelayaran di Kota Batam Kepulauan Riau kini lesu, ratusan kapal terpaksa berlabuh sandar karena tidak ada pesanan berlayar ke berbagai wilayah di dunia.
"Sudah dua bulan ini bisnis menurun drastis, perkiraan saya sampai turun 40 persen," kata Ketua Indonesian National Shipowner Association (Asosiasi Pemilik Kapal Nasional Indonesia/ INSA) Kota Batam Zulkifli Ali kepada Antara di Batam, Jumat.
Jasa pelayaran yang ditawarkan pengusaha di Batam mayoritas untuk perusahaan minyak dan gas bumi. Sedangkan harga minyak dan gas bumi sedang turun, sehingga pesanan pengiriman pasokan minyak menggunakan kapal ikut anjlok.
Selain itu, ada beberapa faktor penurunan pelayaran Batam, di antaranya kebijakan pemerintah melarang ekspor tambang mentah dan menurunnya produksi perusahaan-perusahaan di kota itu.
"Tidak boleh ekspor batu bara mentah juga mengurangi pelayaran kapal ke luar negeri," kata dia.
Menurunnya produksi perusahaan galangan kapal di Batam juga menjadi faktor lain dari melemahnya industri pelayaran.
Selama ini industri pelayaran Batam juga banyak melayani pengiriman bahan mentah dan setengah jadi dari luar negeri ke Indonesia, kemudian bahan jadi dikirim dari dalam ke luar negeri.
Menurut Zulkifli, penurunan pelayaran itu tidak hanya terjadi di Batam, melainkan di seluruh dunia.
Di Singapura saja, kata dia menyontohkan, arus pelayaran berkuang dari sekitar 500 unit kapal yang lalu lalang setiap hari menjadi sekitar 300-400 unit kapal per hari.
Akibat berkurangnya pesanan pelayaran, maka kini ratusan kapal labuh jangkar di sekitar perairan Batam, Selat Malaka sambil menunggu order.
Zulkifli mengatakan tidak ada yang bisa dilakukan pemerintah untuk membangkitkan kembali industri pelayaran di Batam.
"Tidak ada yang bisa dilakukan, kecuali menunggu harga minyak dunia kembali naik. Kalau ibu-ibu suka harga minyak turun, tapi tidak bagi bisnis kami," kata dia.(Antara)
Editor: Dedi
Bisnis Pelayaran Batam Lesu
Jumat, 27 Februari 2015 22:16 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mandiri Taspen dan PT Petrokimia Gresik perkuat sinergi bisnis dan purnabakti
20 August 2026 18:48 WIB
TelkomMetra divestasi AdMedika Group, fokus perkuat bisnis digital dan telekomunikasi
04 June 2026 11:39 WIB
TelkomMetra divestasi AdMedika ke Fullerton Health, perkuat bisnis telekomunikasi-digital
09 March 2026 15:14 WIB
BI Kepri bangun ekosistem bisnis antarpesantren untuk dorong kemandirian ekonomi
05 March 2026 7:50 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Walikota : Pariwisata Batam tingkatkan penerimaan pajak hotel dan restoran
08 September 2026 13:13 WIB