Logo Header Antaranews Kepri

BP Batam dan India tingkatan kerja sama ekonomi industri dan perdagangan

Sabtu, 9 Mei 2026 15:34 WIB
Image Print
Pertemuan Deputi Investasi BP Batam Fary Djemy Francis (kedua dari kanan) bersama Konsul Jenderal India di Medan Ravi Shankar Goel (kedua dari kiri) di Medan, Jumat (8/5/2026). (ANTARA/HO-BP Batam)

Batam (ANTARA) - Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), melakukan pertemuan dengan Konsulat Jenderal India di Medan, Sumatera Utara, membahas peningkatan dan perluasan kerja sama ekonomi khususnya bidang industri dan perdagangan.

Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis bertemu dengan Konsul Jenderal India di Medan Ravi Shankar Goel telah melakukan pertemuan pada Jumat (8/5).

"India adalah mitra strategis dalam pengembangan industri dan perdagangan kami. Pertumbuhan investasi dan volume perdagangan ini mencerminkan tingginya kepercayaan dunia usaha India terhadap daya saing Batam," ujar Fary dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Kepri, Sabtu.

Ia mengungkapkan hubungan ekonomi Batam dan India menunjukkan tren positif yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

"Berdasarkan data BP Batam, nilai investasi India di Batam pada periode 2016-2025 telah menembus angka Rp258,6 miliar, dengan pencapaian tertinggi terjadi pada 2025 dengan realisasi sebesar Rp95,2 miliar," katanya.

Selain sektor investasi, BP Batam juga mencatat keberadaan India sebagai tujuan ekspor terbesar ketiga Batam. Pada triwulan I 2026, nilai ekspor ke India mencapai 521,6 juta dolar AS, atau menyumbang 11,14 persen dari total ekspor Batam.

Baca juga: Mandiri Bintan Marathon perkuat komitmen keberlanjutan lingkungan lewat tanam mangrove

Menanggapi hal tersebut, Konsul Jenderal India di Medan Ravi Shankar Goel, mengapresiasi kemajuan pembangunan ekonomi di Batam.

Menurut dia, India memandang Indonesia sebagai mitra strategis untuk tumbuh bersama sebagai negara maju.

"Batam adalah salah satu kisah sukses pembangunan ekonomi di Indonesia. Keunggulan geografis yang dekat dengan Singapura, kepemimpinan yang kuat, serta kebijakan Kawasan Perdagangan Bebas (Free Trade Zone) menjadi daya tarik utama bagi investor," kata Ravi.

Sebagai langkah konkret, kedua pihak sepakat untuk menyelenggarakan forum presentasi bisnis secara hibrida.

Forum ini direncanakan mempertemukan pengelola kawasan industri di Batam dengan jaringan Kamar Dagang India.

Selain sebagai sarana promosi, pertemuan tersebut diharapkan mampu memetakan kebutuhan rantai pasok ekspor-impor secara lebih detail melalui identifikasi produk berbasis kode Harmonized System (HS).

“BP Batam tengah fokus menguatkan ekosistem investasi melalui pengembangan kawasan industri, logistik, dan perdagangan internasional,” kata Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis.

Ia mengatakan sektor-sektor yang berpotensial untuk dikolaborasikan mencakup manufaktur, energi terbarukan, sektor maritim, hingga penguatan rantai pasok industri.

Langkah diplomasi ekonomi ini diharapkan memperkokoh posisi Batam sebagai kawasan pelabuhan bebas yang dinamis di kancah global.


Baca juga: Kemenkum Kepri ambil Sumpah tiga anak berkewarganegaraan ganda



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026