6.000 Mangrove Ditanam di Batam
Sabtu, 13 Juni 2015 23:52 WIB
Perwakilan dari sejumlah perusahaan di Batam dan petugas Badan Pengendali Dampak Lingkungan Kota Batam menanam mangrove di kawasan Piayu, Seibeduk, Sabtu (13/6). Sebanyak 6.000 batang bibit mangrove ditanam pada kawasan kritis tersebut untuk mengemba
Batam (Antara Kepri) - Badan Pengendali Dampak Lingkungan Kota Batam bersama sejumlah perusahaan menanam sekitar 6.000 pohon mangrove di kawasan Tanjungpiayu, Seibeduk yang sudah mengalami kerusakan akibat penebangan liar.
"Semakin hari semakin banyak hutan mangrove yang rusak. Sebisa mungkin kami akan mempertahankan keberadaan mangrove di Batam dengan terus melakukan penanaman," kata Kepala Badan Pengendali Dampak Lingkungan Kota Batam Dendi Purnomo di Batam, Sabtu.
Ia mengatakan, enam ribu bibit mangrove tersebut merupakan bantuan dari sejumlah perusahaan di antaranya PLN Batam, Infeneon, Panbil, dan RS Awal Bros Batam.
Sebelumnya, kawasan tersebut tampak sudah ditanami perusahaan lain yang terlihat sebagian pohon mulai tumbuh.
"Kami rencanakan penanaman ini akan selesai dalam tiga hari. Selanjutnya akan ada petugas yang melakukan perawatan hingga bibit tersebut tumbuh," kata dia.
Dendi mengatakan, pada periode 1970, saat kawasan Batam akan dikembangkan masih memiiki hutan mangrove mencapai 24 persen dari total luas wilayah.
Namun, seiring terus dilakukannya pembangunan termasuk pada kawasan pinggir-pinggir daratan, mengakibatkan hutan mangrove makin habis dan kini hanya tersisa 4,2 persen saja.
"Menurut perhitungan, seharusnya luas mangrove minimal 6,1 persen. Namun nyatanya tinggal 4,2 persen saja, sehingga harus benar-benar dijaga agar tidak terus ditebang dengan alasan pembangunan," kata dia.
Dendi juga mengajak perusahaan, masyarakat dan semua elemen yang ada di Batam untuk turut menjaga kelestarian hutan mangrove yang manfaatnya sangat besar bagi kehidupan.
"Batam juga masih banyak masyarakat yang berprovesi sebagai nelayan. Jumlahnya sekitar enaam persen dari populasi yang ada. Sehingga kelestarian mangrove juga membantu mereka agar tetap bisa mendapatkan hasil saat melaut," kata Dendi.(Antara)
Editor: Dedi
"Semakin hari semakin banyak hutan mangrove yang rusak. Sebisa mungkin kami akan mempertahankan keberadaan mangrove di Batam dengan terus melakukan penanaman," kata Kepala Badan Pengendali Dampak Lingkungan Kota Batam Dendi Purnomo di Batam, Sabtu.
Ia mengatakan, enam ribu bibit mangrove tersebut merupakan bantuan dari sejumlah perusahaan di antaranya PLN Batam, Infeneon, Panbil, dan RS Awal Bros Batam.
Sebelumnya, kawasan tersebut tampak sudah ditanami perusahaan lain yang terlihat sebagian pohon mulai tumbuh.
"Kami rencanakan penanaman ini akan selesai dalam tiga hari. Selanjutnya akan ada petugas yang melakukan perawatan hingga bibit tersebut tumbuh," kata dia.
Dendi mengatakan, pada periode 1970, saat kawasan Batam akan dikembangkan masih memiiki hutan mangrove mencapai 24 persen dari total luas wilayah.
Namun, seiring terus dilakukannya pembangunan termasuk pada kawasan pinggir-pinggir daratan, mengakibatkan hutan mangrove makin habis dan kini hanya tersisa 4,2 persen saja.
"Menurut perhitungan, seharusnya luas mangrove minimal 6,1 persen. Namun nyatanya tinggal 4,2 persen saja, sehingga harus benar-benar dijaga agar tidak terus ditebang dengan alasan pembangunan," kata dia.
Dendi juga mengajak perusahaan, masyarakat dan semua elemen yang ada di Batam untuk turut menjaga kelestarian hutan mangrove yang manfaatnya sangat besar bagi kehidupan.
"Batam juga masih banyak masyarakat yang berprovesi sebagai nelayan. Jumlahnya sekitar enaam persen dari populasi yang ada. Sehingga kelestarian mangrove juga membantu mereka agar tetap bisa mendapatkan hasil saat melaut," kata Dendi.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta : Larno
Editor : Kepulauan Riau
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Kepri tanam 1.000 bibit pohon mangrove di pesisir Pantai Pulau Dompak
27 July 2026 16:01 WIB
Hari Mangrove Sedunia, Bintan Resorts bersama warga pesisir tanam 1.000 bibit mangrove
27 July 2026 16:00 WIB
Mandiri Bintan Marathon perkuat komitmen keberlanjutan lingkungan lewat tanam mangrove
09 May 2026 11:49 WIB
Polres Natuna ungkap dugaan korupsi program rehabilitasi mangrove dari anggaran BRGM
17 February 2026 17:13 WIB
Mangrove Bintan mulai dilirik jadi kawasan budidaya dan wisata berkelanjutan
10 February 2026 15:54 WIB
Menteri Kehutanan dan Delegasi Jepang hadiri aksi tanam mangrove KJK di momen HPN 2026
30 January 2026 18:07 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Pemkot Batam bangun kolam retensi dan drainase di sejumlah kawasan untuk atasi genangan
25 September 2026 14:06 WIB