Kualitas Udara Batam Belum Normal
Jumat, 16 Oktober 2015 19:33 WIB
Batam (Antara Kepri) - Kualitas udara di Kota Batam Kepulauan Riau belum mencapai normal meski kabut asap tebal di beberapa hari terakhir sudah jauh berkurang dibanding waktu kebakaran hutan melanda sebagian Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan.
"Sampai saat ini belum normal. Normalnya kadar Indeks Standar Pencemaran Udara di Batam di bawah 50 poin," kata Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah Kota Batam Dendi Purnomo di Batam, Jumat.
Empat hari terakhir, kadar ISPU di Batam rata-rata sebesar 90 poin atau dalam kadar sedang, meski terkadang pada sore hari ISPU menyentuh di atas 100 poin atau kadar tidak sehat.
Padahal sebelumnya, hampir selama dua bulan kadar ISPU di Batam melewati 200 poin atau dalam level sangat tidak sehat sehingga pemerintah memutuskan meliburkan TK dan PAUD.
Dendi masih belum dapat memastikan membaiknya kualitas udara di Batam karena menurunnya kasus kebakaran hutan.
Namun, berdasarkan data yang dimiliki Bapedalda Batam pada Kamis (15/10), kualitas udara di kota-kota di Sumatera relatif membaik dengan kadar ISPU di bawah 150 dalam level tidak sehat.
Kecuali di Kota Palembang yang masih berada di atas 300 dalam level berbahaya.
Pada Jumat pagi pukul 05.00 WIB-07.00 WIB kadar ISPU Batam rata-rata 95 atau sedang, kemudian pukul 10.00 WIB-13.00 WIB sebesar 110 atau tidak sehat.
Bapedalda memastikan akan terus memantau kadar ISPU dan kualitas udara di Batam, meskipun kabut asap sudah tidak lagi menggelayut di langit.
"Kami akan terus memantau dan menyampaikan ISPU kepada masyarakat," kata Dendi. (Antara)
Editor: Rusdianto
"Sampai saat ini belum normal. Normalnya kadar Indeks Standar Pencemaran Udara di Batam di bawah 50 poin," kata Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah Kota Batam Dendi Purnomo di Batam, Jumat.
Empat hari terakhir, kadar ISPU di Batam rata-rata sebesar 90 poin atau dalam kadar sedang, meski terkadang pada sore hari ISPU menyentuh di atas 100 poin atau kadar tidak sehat.
Padahal sebelumnya, hampir selama dua bulan kadar ISPU di Batam melewati 200 poin atau dalam level sangat tidak sehat sehingga pemerintah memutuskan meliburkan TK dan PAUD.
Dendi masih belum dapat memastikan membaiknya kualitas udara di Batam karena menurunnya kasus kebakaran hutan.
Namun, berdasarkan data yang dimiliki Bapedalda Batam pada Kamis (15/10), kualitas udara di kota-kota di Sumatera relatif membaik dengan kadar ISPU di bawah 150 dalam level tidak sehat.
Kecuali di Kota Palembang yang masih berada di atas 300 dalam level berbahaya.
Pada Jumat pagi pukul 05.00 WIB-07.00 WIB kadar ISPU Batam rata-rata 95 atau sedang, kemudian pukul 10.00 WIB-13.00 WIB sebesar 110 atau tidak sehat.
Bapedalda memastikan akan terus memantau kadar ISPU dan kualitas udara di Batam, meskipun kabut asap sudah tidak lagi menggelayut di langit.
"Kami akan terus memantau dan menyampaikan ISPU kepada masyarakat," kata Dendi. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BMKG sebut kabut asap masih berpotensi masuk Kepri hingga beberapa hari ke depan
15 September 2026 13:21 WIB
Dampak kualitas udara memburuk, Pemkab Natuna terapkan belajar dari rumah di Subi dan Pulau Panjang
04 September 2026 11:06 WIB
BPBD Natuna imbau warga kurangi aktivitas di luar ruangan akibat kualitas udara
21 August 2026 16:24 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Dinkes Natuna kampanyekan pentingnya menjaga kesehatan sejak masa kehamilan
17 September 2026 22:55 WIB