Batam (Antara Kepri) - Sedikitnya 21 rumah di Perumahan Nusa Indah Sungai Beduk, Kota Batam, Kepulauan Riau, terancam longsor susulan mengingat kondisi tebing samping perumahan tersebut masih retak-retak.
"Masih ada 21 unit rumah terancam longsor. Pengguninya sudah mengungsi, takut mendiaminya lagi," kata Ketua RW 22 Kelurahan Mangsang Sungai Beduk Batam Indra Gandhi di Batam, Selasa.
Kondisi rumah yang terancam tersebut, kata dia, berada pada Blok D yang tidak jauh dengan rumah yang tertimbun saat longsor, Minggu (3/1) pagi.
"Saat alat berat mengeruk tanah yang lonsor saja batu-batu besar sempat berjatuhan. Artinya, potensi longsor susulan masih tinggi," kata dia.
Tebing yang berdekatan dengan rumah tersebut menjulang tinggi. Beberapa titik tampak tanah merah dan retakan. Pepohonan yang masih tumbuh hanya berukuran kecil.
"Intinya warga resah melihat kondisi tersebut karena setiap saat bencana longsor bisa mengancam rumah-rumah mereka," kata Indra.
Hingga Selasa siang, korban longsor yang terjadi Minggu pagi tersebut masih mengungsi di lapangan fasilitas umum perumahan tersebut.
Sejumlah petugas Tagana, kepolisian, dan Ditpam BP Batam masih berada di lokasi sekitar kejadian.
Dua alat berat masih melakukan penggerukan tanah yang mengubur delapan rumah warga.
Kabid Humas Polda Kepri AKBP Hartono mengatakan bahwa sejumlah petugas kesehatan dari Bidokkes masih bersiaga untuk membantu korban yang mengungsi jika membutuhkan tindakan medis.
"Petugas disiagakan sehingga sewaktu-waktu ada yang membutuhkan bantuan medis bisa langsung ditangani. Mereka akan ada dilokasi sampai kebutuhan kesehatan masyarakat terpenuhi," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
21 Rumah Batam Terancam Longsor Susulan
Rabu, 6 Januari 2016 2:44 WIB
Pewarta : Larno
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Kepri bentuk Satgas Perumahan guna sukseskan Program Pembangunan 3 Juta Rumah
10 September 2026 14:43 WIB
Pemkab Natuna perpanjang kebijakan belajar dari rumah cegah gangguan pernapasan
09 September 2026 16:33 WIB
Pemprov Kepri komitmen pertahankan predikat paripurna RSUD Raja Ahmad Tabib
09 September 2026 9:14 WIB
PGN Batam catat 1.868 pelanggan rumah tangga telah dialiri gas bumi sepanjang 2026
07 September 2026 10:53 WIB