Tanjungpinang (Antara Kepri) - Badan Pusat Statistik mencatat Provinsi Kepulauan Riau pada Februari 2016 deflasi sebesar 0,32 persen, karena indeks harga konsumen di Tanjungpinang dan Batam turun dari 123,18 bulan sebelumnya menjadi 122,79.
"Indeks harga konsumen gabungan dua kota (Tanjungpinang dan Batam) pada Februari 2016 turun dari 123,18 pada bulan Januari 2016 menjadi 122,79 persen atau terjadi deflasi 0,32 persen," kata Kepala BPS Kepri Dumagar Hutauruk di Tanjungpinang, Selasa.
Dia menjelaskan inflasi yang terjadi di Tanjungpinang menduduki peringkat 10 tertinggi dibanding 29 kota lainnya di Sumatera, sedangkan inflasi terendah terjadi di Tanjung Pandan.
Sementara Batam menempati urutan ke-13 deflasi tertinggi dibanding 52 kota lainnya di Indonesia.
Indeks harga konsumen di Tanjungpinang dan Batam yang menjadi referensi dalam menghitung indeks harga konsumen di Kepri disebabkan oleh kenaikan indeks gabungan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,87 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,08 persen dan kelompok sandang sebesar 0,78 persen.
Kelompok lainnya yang mengalami kenaikan yakni kelompok kesehatan sebesar 0,97persen, serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,18 persen.
Sebaliknya kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami penurunan sebesar 0,09 persen, dan kelompok bahan makanan juga mengalami penurunan indeks 2,46 persen. (Antara)
Editor: Rusdianto
BPS: Kepri Deflasi 0,32 Persen
Selasa, 1 Maret 2016 22:02 WIB
Pewarta : Niko Panama
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Pelni Tanjungpinang ajak warga manfaatkan diskon tiket kapal periode libur sekolah
06 June 2026 15:57 WIB
Harga minyak mentah Indonesia pada Mei 2026 turun ke 106,56 dolar AS per barel
06 June 2026 14:04 WIB