
BPS Kepri: Capaian sensus ekonomi 2026 sudah 35%

Tanjungpinang (ANTARA) - BPS Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyebutkan progres Sensus Ekonomi 2026 sejak 15 Juni hingga 6 Juli telah mencapai 35 persen dari target yang telah ditetapkan sampai batas waktu 31 Agustus 2026.
"Hasil monitoring kami di lapangan, progres sensus ekonomi 2026 masih on the track sesuai perencanaan awal," kata Humas BPS Kepri Resa Surya Utama di Tanjungpinang, Kepri, Selasa.
Terkait isu penolakan masyarakat terhadap sejumlah petugas sensus ekonomi, menurut Resa, sejauh ini respons dan atensi warga di Kepri atas kegiatan nasional tersebut sangat tinggi.
Ia juga memastikan petugas tidak mengalami kendala berarti saat melakukan pendataan sensus ekonomi per sepuluh tahun ini.
"Paling kendala teknis kecil saja untuk tiga hari pertama, beberapa petugas sensus masih baru dan perlu penyesuaian ritme kerja, setelah lewat tiga hari sudah terbiasa," ujarnya.
Resa menyampaikan seluruh rumah tangga maupun lokasi usaha tinggal menunggu giliran untuk didatangi petugas Sensus Ekonomi 2026, maka itu ia mengimbau masyarakat dapat menerima petugas dengan baik dan memberikan data/maupun informasi yang jujur sesuai kebutuhan pendataan.
Baca juga: Perum Bulog Natuna gandeng 58 mitra jaga stabilitas harga beras
Pihaknya terus mendorong partisipasi masyarakat agar sensus ekonomi di Kepri dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu, sehingga hasilnya bisa dinikmati bersama sebagai dasar pembangunan ekonomi di Indonesia, khususnya Kepri.
"Kami tetap monitoring secara berkala guna memastikan kualitas data Sensus Ekonomi 2026," ujar dia.
Lanjut Resa mengutarakan BPS Kepri mengerahkan 1.589 petugas Sensus Ekonomi 2026 yang tersebar di tujuh kabupaten/kota setempat, dengan sasaran seluruh rumah tangga dan dunia usaha.
Dari direktori data BPS, ada sekitar 197 ribu unit usaha di Kepri yang perlu didata melalui sensus ekonomi untuk mengetahui kondisi terkini jumlah usaha yang masih aktif beroperasi, baik skala kecil, mikro, menengah hingga besar.
Sensus ekonomi juga menyasar masyarakat yang berusaha dari rumah, pedagang keliling, hingga pelaku usaha digital, seperti pembuat konten di TikTok dan platform lainnya yang menghasilkan pendapatan.
Baca juga: Desa Sepempang di Natuna jadi percontohan anti korupsi 2026
BPS telah menyiapkan sejumlah inovasi dan strategi pengawasan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan sensus. Salah satunya melalui dashboard monitoring yang memungkinkan pemantauan kinerja petugas lapangan secara real time.
BPS pun menggunakan aplikasi berbasis digital bernama FASIH dalam proses pendataan. Melalui aplikasi itu, seluruh data yang dikumpulkan petugas dapat dipantau secara langsung sehingga kualitas dan progres pekerjaan dapat terukur dengan baik.
"Dari aplikasi itu, kami dapat melihat capaian target pendataan sekaligus memantau kualitas data yang masuk dari lapangan," sebut Resa.
Baca juga: Pemkot Batam pakai aplikasi 'Sitebus Murah' agar penyaluran sembako tepat sasaran
Pewarta : Ogen
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
