Lima Daerah di Batam Rawan Banjir
Senin, 23 Mei 2016 18:24 WIB
Batam (Antara Kepri) - Lima daerah di Kota Batam Kepulauan Riau ditetapkan sebagai rawan banjir yang perlu penanganan secepatnya demi kenyamanan dan keselamatan warga, kata Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad di Batam, Senin.
Lima lokasi yang paling rawan banjir itu yaitu Sungai Harapan, Marina, Sei Pelengut, Buliang dan Duriangkang Muka Kuning.
"Lokasinya dalam perkiraan kami lebih dari 16, tapi yang paling parah ada lima," kata Wakil Wali Kota.
Amsakar mengatakan, ketinggian banjir di lima lokasi itu mencapai sekitar satu meter, sehingga harus segera ditangani.
Pemkot sudah meghitung pengerjaan apa saja yang harus dilakukan untuk mengatasi banjir di lima lokasi itu dan berapa biaya yang dibutuhkan. Dan hasilnya, untuk satu lokasi saja dibutuhkan dana Rp20 miliar, sehingga tidak mungkin dilakukan menggunakan APBD tahun ini.
"Lima lokasi ini berskala strategis, dan tidak cukup APBD. Perlu dukungan dan sifatnya segera. Menggunakan APBD tidak seperti membalikkan telapak tangan," katanya.
Ia mengatakan jika memungkinkan maka Pemkot baru bisa memasukkan anggaran untuk desain penanggulangan banjir yang lebih rinci pada APBD Perubahan 2016, dan menganggarkan pembangunannya pada APBD 2017.
Pemkot juga melakukan pendekatan dengan Pemprov Kepri dan Satuan Kerja Kementerian Pekerjaan Umum yang berada di daerah, untuk mendorong agar perbaikan drainase dimasukan dalam APBD Kepri dan APBN.
Sedangkan untuk langkah awal, Pemkot menggiatkan kembali gotong royong masal di seluruh kecamatan.
"Kami memutuskan perlu goro massal di 12 kecamatan. Momentum ini diambil sejalan dengan pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat, manfaatkan goro massal," kata pria yang pernah menjabat Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Energi Sumber Daya Mineral Kota Batam itu. (Antara)
Editor: Rusdianto
Lima lokasi yang paling rawan banjir itu yaitu Sungai Harapan, Marina, Sei Pelengut, Buliang dan Duriangkang Muka Kuning.
"Lokasinya dalam perkiraan kami lebih dari 16, tapi yang paling parah ada lima," kata Wakil Wali Kota.
Amsakar mengatakan, ketinggian banjir di lima lokasi itu mencapai sekitar satu meter, sehingga harus segera ditangani.
Pemkot sudah meghitung pengerjaan apa saja yang harus dilakukan untuk mengatasi banjir di lima lokasi itu dan berapa biaya yang dibutuhkan. Dan hasilnya, untuk satu lokasi saja dibutuhkan dana Rp20 miliar, sehingga tidak mungkin dilakukan menggunakan APBD tahun ini.
"Lima lokasi ini berskala strategis, dan tidak cukup APBD. Perlu dukungan dan sifatnya segera. Menggunakan APBD tidak seperti membalikkan telapak tangan," katanya.
Ia mengatakan jika memungkinkan maka Pemkot baru bisa memasukkan anggaran untuk desain penanggulangan banjir yang lebih rinci pada APBD Perubahan 2016, dan menganggarkan pembangunannya pada APBD 2017.
Pemkot juga melakukan pendekatan dengan Pemprov Kepri dan Satuan Kerja Kementerian Pekerjaan Umum yang berada di daerah, untuk mendorong agar perbaikan drainase dimasukan dalam APBD Kepri dan APBN.
Sedangkan untuk langkah awal, Pemkot menggiatkan kembali gotong royong masal di seluruh kecamatan.
"Kami memutuskan perlu goro massal di 12 kecamatan. Momentum ini diambil sejalan dengan pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat, manfaatkan goro massal," kata pria yang pernah menjabat Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Energi Sumber Daya Mineral Kota Batam itu. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
BP3MI Kepri matangkan skema khusus pekerja perbatasan Karimun dan Meranti
26 September 2026 17:22 WIB
ISMI Kepri 2026--2030 resmi dikukuhkan, Misni minta amanah dijalankan untuk kemajuan daerah
26 September 2026 15:49 WIB
Pemkot Batam bangun kolam retensi dan drainase di sejumlah kawasan untuk atasi genangan
25 September 2026 14:06 WIB