BI Berikan Rp2 Miliar Lestarikan Budaya Melayu
Sabtu, 13 Agustus 2016 23:34 WIB
Batam (Antara Kepri) - Bank Indonesia (BI), Sabtu, memberikan Rp2 miliar untuk memfasilitasi pelestarian tradisi dan budaya Melayu, di antaranya untuk pembangunan sebuah balai adat dan sarana prasarana pendukung destinasi wisata Melayu di Pulau Penyengat, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.
Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, seni dan budaya Melayu tidak boleh terkikis oleh modernisasi, terlebih nilai estetika Melayu akan menjadi salah satu ciri khas Indonesia dan menjadi daya tarik untuk pariwisata.
"Pulau Penyengat memiliki nilai sejarah dan menjadi tempat lokasi-lokasi penting akar peradaban Melayu, maka itu pariwisata dan kemaritiman di Penyengat harus terus berkembang," ujarnya.
Agus merekemondasikan untuk pembangunan sektor kemaritiman yang terintegratif di seluruh wilayah Kepulauan Riau. Pembangunan tersebut diharapkan dapat mendongkrak kontribusi sektor kemaritiman yang saat ini baru mencapai 4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional.
Sedangkan sarana prasarana pariwisata yang akan dibangun Bank Indonesia di Pulau Penyengat adalah revitalisasi moda transportasi wisata, pembuatan marka jalan, pagelaran seni Melayu secara berkala selama satu tahun, dan renovasi sarana pendukung destinasi wisata di Pulau Penyengat.
Bank Sentral juga memberikan bantuan sosial kepada Pondok Pesantren Al Kautsar dan Kelompok Tani Maju Jaya serta penyediaan fasilitas pendukung gerai nelayan. Bantuan itu untuk program percontohan paya pengendalian inflasi di Tanjungpinang serta memajukan ekonomi nelayan berbasis koperasi. (Antara)
Editor: Rusdianto
Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, seni dan budaya Melayu tidak boleh terkikis oleh modernisasi, terlebih nilai estetika Melayu akan menjadi salah satu ciri khas Indonesia dan menjadi daya tarik untuk pariwisata.
"Pulau Penyengat memiliki nilai sejarah dan menjadi tempat lokasi-lokasi penting akar peradaban Melayu, maka itu pariwisata dan kemaritiman di Penyengat harus terus berkembang," ujarnya.
Agus merekemondasikan untuk pembangunan sektor kemaritiman yang terintegratif di seluruh wilayah Kepulauan Riau. Pembangunan tersebut diharapkan dapat mendongkrak kontribusi sektor kemaritiman yang saat ini baru mencapai 4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional.
Sedangkan sarana prasarana pariwisata yang akan dibangun Bank Indonesia di Pulau Penyengat adalah revitalisasi moda transportasi wisata, pembuatan marka jalan, pagelaran seni Melayu secara berkala selama satu tahun, dan renovasi sarana pendukung destinasi wisata di Pulau Penyengat.
Bank Sentral juga memberikan bantuan sosial kepada Pondok Pesantren Al Kautsar dan Kelompok Tani Maju Jaya serta penyediaan fasilitas pendukung gerai nelayan. Bantuan itu untuk program percontohan paya pengendalian inflasi di Tanjungpinang serta memajukan ekonomi nelayan berbasis koperasi. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Indra Arief Pribadi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Eks Gubernur BI Perry Warjiyo sampaikan selamat ke Gubernur dan ADG BI terpilih
01 September 2026 12:30 WIB
KPK bicara peluang pemanggilan Perry Warjiyo setelah mundur terkait kasus CSR BI OJK
28 July 2026 12:47 WIB
BI bersama TNI AL penuhi kebutuhan uang rupiah layak edar di wilayah 3T Kepri
02 July 2026 12:12 WIB