Batam (Antara Kepri) - Sejumlah pencari suaka dari berbagai negara tinggal halaman dalam Gedung DPRD Kota Batam, Kepulauan Riau, setelah Taman Aspirasi penuh imigran lainnya.

"Ya, tinggal di sini, kalau malam menginap," kata pencari suaka asal Somalia, Faisal di Batam, Kamis.

Lima perempuan dan empat anak-anak menggelar alas di bawah pohon rindang di halaman Gedung DPRD. Pohon itu berdiri dekat dengan Taman Aspirasi yang juga sudah dipadati sekitar 70 pencari suaka.

Pada dahan pohon itu bergantungan tas dan baju para pencari suaka.

Perempuan-perempuan itu duduk-duduk berbincang dengan sesama. Sedangkan anak-anaknya, ada yang tidur, ada pula yang bermain di sekitar pohon.

Faisal mengatakan, jumlah pencari suaka tidak bertambah, namun memang Taman Suaka sudah padat sehingga perempuan memilih memisahkan diri ke halaman Gedung DPRD.

"Jumlah kami ada 75 sampai 80 orang. Kami dari tiga negara, Yaman, Somalia dan Afganistan. Tapi yang paling banyak Afganistan," katanya.

Ia menyatakan, sudah tinggal di taman sejak beberaa bulan yang lalu.

Taman Aspirasi yang terletak di antara Gedung Kejaksaan Negeri dengan Gedung DPRD, dekat dengan Kantor Pengadilan Negeri dan berhadapan dengan Kantor Imigrasi itu sudah dipenuhi tenda.          

Ada tenda kemah, ada juga tenda terbuat dari terpal yang hanya membentang antara satu pohon dengan pohon lain.

Di antara tenda juga nampak tali-tali yang difungsikan sebagai jemuran baju milik imigran.

"Ini bukan rumah, tapi kami tinggal di sini. Di sini masih lebih baik ketimbang di negara kami, karena ada perang sipil. Kalau di sana, hari ini tidur belum tentu besok masih hidup," katanya.

Menurut Faisal, tenda-tenda itu belum bisa melindungi dari hujan.

Kalau hujan turun, pencari suaka terpaksa berlari ke gedung-gedung sekitar, meski tidak masuk, hanya berdiri di luar.   "Berlindung di masjid juga," katanya.

Untuk air, para pencari suaka biasa mengambil dari keran air minum yang terdapat di halaman dalam Gedung DPRD dan Pemkot Batam.

Dan untuk makan, dia menyatakan didapat dari warga Batam yang memberikan sumbangan. "Orang Indonesia baik sekali," katanya.

Para pencari suaka juga memanfaatkan toilet di gedung-gedung sekitar untuk buang air besar, kecil dan mandi.

Faisal berharap IOM segera menempatkan seluruh pencari suaka ke negara ketiga, agar bisa hidup lebih baik.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad meminta pemerintah mencari solusi kehadiran pencari suaka di Batam karena dikhawatirkan memicu persoalan sosial. (Antara)

Editor: Rusdianto