Imigran pencari suaka di Bintan kerap gunakan sepeda motor

id Imigran di Bintan, kerap gunakan, sepeda motor

Imigran pencari suaka di Bintan kerap gunakan sepeda motor

Aktivitas imigran pencari suaka di Hotel Bhadra Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Nikolas Panama)

Tanjungpinang (ANTARA) - Sejumlah imigran pencari suaka yang tinggal di Hotel Bhadra di Kabupaten Bintan kerap menggunakan sepeda motor, meski sudah dilarang oleh petugas Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Kepala Rudenim Tanjungpinang Mas Arie Yuliansa Dwi Putra, di Tanjungpinang, Senin, mengatakan, penegakan hukum sulit dilakukan pada tahun ini karena keterbatasan anggaran.

Tahun 2020, petugas Rudenim masih melakukan penegakan hukum terhadap imigran yang nakal, salah satunya mengendarai sepeda motor. Imigran, tegasnya tidak boleh mengendarai sepeda motor.

Penegakan hukum yang dilakukan seperti dimasukkan ke dalam sel tahanan di Rudenim Tanjungpinang selama 30 hari. Kemudian imigran nakal tersebut juga wajib lapor kepada petugas setiap hari.

Selama masa pembinaan itu, pihak Rudenim wajib memberi makan kepada para imigran. 

"Nah, tahun ini kami tidak memiliki anggaran untuk memberi makan kepada para imigran yang menjalani pembinaan," ucapnya.

Meski demikian, ia menegaskan petugas Rudenim juga sering memberi peringatan keras kepada para imigran untuk tidak mengendarai sepeda motor. Mereka dapat menggunakan jasa ojek atau lainnya saat keluar dari Hotel Bhadra.

Setiap hari mulai pagi hingga pukul 22.00 WIB, seluruh imigran pencari suaka diberikan kebebasan untuk ke luar Hotel Bhadra.

"Kami ingatkan untuk bersikap baik, tidak melakukan perbuatan yang melawan hukum," ucapnya.

Keterbatasan anggaran selama pandemi COVID-19 juga menyebabkan petugas Rudenim Tanjungpinang tidak dapat senantiasa berada di Hotel Bhadra untuk mengawasi aktivitas para imigran. Namun dalam keterbatasan anggaran, petugas dua kali dalam sehari melakukan pemantauan di hotel tersebut.

"Anggaran untuk mengawasi para imigran di Hotel Bhadra dipotong sehingga kami menyiasati agar setiap hari dua kali dilakukan pemantauan," katanya.

Jumlah imigran pencari suaka di Hotel Bhadra sebanyak 428 orang yang berasal dari Afghanistan, Somalia, Pakistan dan Sudan.
 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE