Batam (Antara Kepri) - DPRD Kota Batam Kepulauan Riau menggelar Sidang Istimewa memperingati HUT Kota ke-187 di Batam, Minggu, dihadiri perwakilan Gubernur Kepri, Wali Kota Muhammad Rudi, juga segenap mantan wali kota dan wakil wali kota.

Ketua DPRD Batam, Nuryanto, dalam sambutannya menyatakan HUT Batam menjadi momentum untuk mengevaluasi diri, apakah sudah memberikan yang terbaik untuk kemajuan kota.

Sesuai dengan Perda No.4 tahun 2009 tentang Hari Jadi Kota, maka peringatan HUT Batam diperingati dengan pelaksanaan Sidang Istimewa DPRD.

Penetapan Hari Jadi Batam, didasari atas peristiwa pemberian kuasa dari Kesultanan Riau-Lingga kepada Raja Isa untuk mengembangkan Nongsa, cikal bakal Batam.

"Hari jadi bukan proses mengenang masa lalu, tapi mengingatkan kita semua, bahwa setiap kita bagian dari sejarah itu sendiri. Tindakan dan sikap akan menjadi sejarah, jika kita berharap dikenang generasi yang akan datang maka dibutuhkan upaya nyata, kerja keras dan berjuang demi menorehkan kegemilangan dalam berbagai sektor," kata dia.

Di tempat yang sama Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyatakan pembangunan Batam telah melalui perjalanan panjang, sejak penujukan Nong Isa untuk membuka wilayah Nongsa sebagai daerah perkebunan dan perkampungan.

"Perkembangan Batam sekarang adalah hasil dari prestasi pendahulu yang telah berjasa," kata Wali Kota.

Ia mengakui, kota itu masih memiliki banyak masalah dan tantangan pembangunan yang harus diiselesaikan bersama-sama, berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat, Sumber Daya Manusia yang memiliki Ilmu Pengetahuan, Iman dan Takwa, fasilitas umum sosial, infrastruktur dan utilitas pekkotaan dan hinterland.

Karenanya, Wali Kota mengajak seluruh pihak untuk saling bahu-membahu mewujudkan Batam yang terus lebih baik.

Sementara itu, Asisten Ekonomi Pembangunan Pemerintah Provinsi Kepri, Syamsul Bahrum yang mewakili Gubernur Kepri Nurdin Basirun menyatakan kota itu memiliki peranan penting bagi pembangunan provinsi secara keseluruhan.

Ia menyebutkan, dari 2,1 juta penduduk Kepri, sebangau 1,3 juta di antaranya tinggal di Batam, dari 45 orang anggota DPRD Kepri, 23 orang di antaranya dari daerah pemilihan Batam.

"Batam diharapkan menjadi Bandar Dunia Mandani sesuai dengan cita-cita luhur pendiri dan penggagas Batam, memperkuat struktur ekonomi tanpa meninggalkan sprititual," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto