Singapura dukung pengembangan industri digital Batam
Kamis, 30 Agustus 2018 17:17 WIB
Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi dan Menlu Singapura, Vivian Balakrishnan (Tengah) melakukan swafoto bersama Gubernur Kepri, Wali Kota Batam, Kepala BP Batam dan CEO Citramas Group. (Antaranews Kepri/Danna Tampi)
Batam (Antaranews Kepri) - Pemerintah Singapura mendukung pengembangan industri teknologi informasi dan digital di Kota Batam, Kepulauan Riau, sebagai penggerak perekonomian kota yang bertetangga dengan Negara Singa itu.
Hal itu dikatakan Menteri Perdagangan, Industri Singapura, Chee Hong Tat dalam pertemuan dengan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun di Batam, Kamis.
Ia mengatakan, industri manufaktur dan elektronik memang masih hidup di Batam, namun pemerintah dan pelaku usaha di kota itu harus bersiap dengan peralihan bidang industri.
"Kita harus bersiap untuk sektor baru ini yang sedang berkembang," kata Chee Hong Tat.
Menurut Chee, kemungkinan perusahaan-perusahaan baru akan masuk ke Batam, namun tidak melakukan pekerjaan manufaktur dan elektronik, melainkan di bidang TI, digital dan internet.
Apalagi, Presiden Joko Widodo ingin menjadikan Batam sebagai jembatan dunia digital Indonesia dan Singapura, dengan pendirian Nongsa Digital Park yang merupakan kolaborasi kedua negara.
Keberadaan Nongsa Digital Park, maka industri animasi dan gaming akan berkembang bersamaan TI.
"Ini adalah mesin penggerak baru bagi Batam dan Kepulauan Riau," kata Chee meyakinkan.
Namun, demi memastikan industri berjalan baik, pemerintah harus menyiapkan sumber daya manusia berusia muda untuk sektor itu.
Sementara itu, Gubernur Nurdin Basirun berharap kerja sama Singapura dan Indonesia, khususnya Kepulauan Riau semakin banyak dan saling menguntungkan bagi dua belah pihak.
Menurut Nurdin, yang terpenting dari kerja sama adalah upaya untuk meningkatkan perekonomian kedua negara, yang dapat memperluas peluang kerja.
"Kita bisa lakukan itu bersama sama, makanya setiap partemuan kepala negara, kerja sama antara Singapura dan Kepri menjadi focus penting kedua kepala negara," kata dia.
Hal itu dikatakan Menteri Perdagangan, Industri Singapura, Chee Hong Tat dalam pertemuan dengan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun di Batam, Kamis.
Ia mengatakan, industri manufaktur dan elektronik memang masih hidup di Batam, namun pemerintah dan pelaku usaha di kota itu harus bersiap dengan peralihan bidang industri.
"Kita harus bersiap untuk sektor baru ini yang sedang berkembang," kata Chee Hong Tat.
Menurut Chee, kemungkinan perusahaan-perusahaan baru akan masuk ke Batam, namun tidak melakukan pekerjaan manufaktur dan elektronik, melainkan di bidang TI, digital dan internet.
Apalagi, Presiden Joko Widodo ingin menjadikan Batam sebagai jembatan dunia digital Indonesia dan Singapura, dengan pendirian Nongsa Digital Park yang merupakan kolaborasi kedua negara.
Keberadaan Nongsa Digital Park, maka industri animasi dan gaming akan berkembang bersamaan TI.
"Ini adalah mesin penggerak baru bagi Batam dan Kepulauan Riau," kata Chee meyakinkan.
Namun, demi memastikan industri berjalan baik, pemerintah harus menyiapkan sumber daya manusia berusia muda untuk sektor itu.
Sementara itu, Gubernur Nurdin Basirun berharap kerja sama Singapura dan Indonesia, khususnya Kepulauan Riau semakin banyak dan saling menguntungkan bagi dua belah pihak.
Menurut Nurdin, yang terpenting dari kerja sama adalah upaya untuk meningkatkan perekonomian kedua negara, yang dapat memperluas peluang kerja.
"Kita bisa lakukan itu bersama sama, makanya setiap partemuan kepala negara, kerja sama antara Singapura dan Kepri menjadi focus penting kedua kepala negara," kata dia.
Pewarta : YJ Naim
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Pelni Tanjungpinang ajak warga manfaatkan diskon tiket kapal periode libur sekolah
06 June 2026 15:57 WIB
Harga minyak mentah Indonesia pada Mei 2026 turun ke 106,56 dolar AS per barel
06 June 2026 14:04 WIB