Batam (Antaranews Kepri) - Jelang akhir masa konsesi pengelolaan dan distribusi air bersih oleh PT Adhya Tirta Batam (ATB), Badan Pengusahaan Batam bersama pemerintah pusat menghitung aset yang dimiliki perusahaan tersebut yang diperkirakan mencapai Rp1 triliun.
Kepala Kantor Pengelolaan Air dan Limbah, BP Batam, Binsar Tambunan mengatakan untuk menyelesaikan penghitungan aset diperkirakan memerlukan waktu sekitar satu tahun.
"Dihitung sejak konsesi air dimulai 1995 lalu hingga saat ini, aset yang dimiliki ATB diperkirakan mencapai Rp1 triliun lebih," kata Binsar di Batam, Kamis (11/10).
Binsar menambahkan setelah penghitungan selesai, seluruh aset akan dikembalikan lagi ke pemerintah, dengan catatan aset-aset tersebut masih dalam keadaan normal dan masih bisa digunakan.
"Itu sebabnya penilaian aset membutuhkan waktu yang tidak sebentar," ujarnya.
Binsar mengatakan, selain penghitungan nilai aset, pihaknya masih menunggu penetapan dari pemerintah pusat terkait penanggung jawab proyek kerjasama (PJPK).
Apakah nantinya diserahkan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau BP Batam.
"Sekarang kita masih melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat," katanya.
Ke depannya kata Binsar, untuk pengelolaan air tidak sepenuhnya dilakukan swasta dari hulu ke hilirnya. Saat ini kata Binsar diperkirakan ada 22 perusahaan swasta yang akan menjadi pesaing PT ATB untuk mengelola waduk dan mengalirkan air bersih di seluruh wilayah Kota Batam.
"Dari tujuh instalasi pengolahan air yang ada di Batam saat ini, diperkirakan akan dipilih satu atau dua pengelolanya," katanya.
Sementara itu Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Lainnya BP Batam, Eko Budi Soepriyanto mengatakan penghitungan nilai aset saat ini masih berjalan.
Penghitungan aset kata eko, tidak hanya dilakukan oleh BP Batam tapi bersama Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).
"Setelah semua selesai, baru kita mulai tahapan proses tender ulang," kata Eko.
BP Batam kata Eko, akan membuka lelang secara terbuka. Sehingga seluruh perusahaan baik dalam maupun luar negeri memiliki hak yang sama untuk mengelola dan menyalurkan air bersi di Kota Batam.
"Kita mengakui kinerja ATB selama ini sudah cukup memuaskan dan kita berharap dengan lelang ini mendapatkan yang terbaik dari yang paling baik," katanya.
Eko mengatakan pengelolaan air saat ini menjadi primadona perusahaan-perusahan besar.
Pihaknya berharap pemenang tender nantinya merupakan perusahaan yang terbaik dan tidak hanya memiliki pengalaman saja tapi juga memiliki modal yang besar.
Konsesi hampir habis, BP hitung aset ATB
Kamis, 11 Oktober 2018 17:24 WIB
Dam Sei Harapan, Batam (Antaranews Kepri/Joko Sulistyo)
Pewarta : Messa Haris
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mudik Lebaran 2026: ASDP Batam beri diskon tiket 12 persen rute Punggur-Tanjung Uban
11 March 2026 10:27 WIB
Pertumbuhan ekonomi Batam 2025 tembus 6,76% tanpa migas, tertinggi di Kepulauan Riau
10 March 2026 18:02 WIB
Baznas Batam salurkan bantuan ke 1.870 penerima manfaat dan 300 penyandang disabilitas
10 March 2026 16:05 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Mudik Lebaran 2026: ASDP Batam beri diskon tiket 12 persen rute Punggur-Tanjung Uban
11 March 2026 10:27 WIB
Pertumbuhan ekonomi Batam 2025 tembus 6,76% tanpa migas, tertinggi di Kepulauan Riau
10 March 2026 18:02 WIB
Wamendag Dyah Roro Esti: Produk fashion Lobam Bintan potensial tembus pasar ekspor
10 March 2026 15:24 WIB