Didsdukcapil Karimun rekam 2000 eKTP Pemilih Pemula
Selasa, 23 Oktober 2018 16:03 WIB
Ilustrasi: E-KTP. (Antaranews Kepri/Ist)
Karimun (Antaranews Kepri) - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Karimun, Kepulauan Riau menyatakan telah merekam data untuk pembuatan Kartu Tanda Penduduk elektronik atau KTP-el untuk lebih dari 2.000 pemilih pemula.
"Se-Karimun sudah 2.000 lebih. Untuk pemilih pemula yang sudah genap berusia 17 tahun sekitar 500 orang," kata Kepala Disdukcapil Karimun Muhammad Tahar yang dihubungi di Tanjung Balai Karimun, Selasa.
Muhammad Tahar mengatakan perekaman data untuk pembuatan KTP-el pemilih pemula dilakukan dengan cara turun ke sekolah-sekolah.
Dia menyebutkan perekaman data dilakukan untuk seluruh siswa SMA sederajat yang genap berusia 17 tahun jelang Pemilihan Umum 17 April 2019.
Tujuannya, kata dia, agar para pemilih pemula tersebut tidak kehilangan hak pilihnya akibat belum memiliki KTP-el.
"Hari ini kita melakukan perekaman data untuk siswa SMA di Kecamatan Durai. Ada 119 orang yang kita rekam datanya," ucap Tahar yang sedang dalam perjalanan pulang dari Durai.
Tahar mengharapkan pencetakan KTP-el untuk pemilih pemula yang sudah direkam datanya sudah rampung hingga Desember 2018.
Dia mengatakan blangko KTP-el tersedia dengan cukup, namun untuk tinta menunggu proses pengadaan disebabkan anggarannya berasal dari APBD Perubahan 2018.
"Tinta tersedia, tapi tidak cukup. Nanti ditambah dari pengadaan menggunakan anggaran dari APBDP. Mudah-mudahan dalam minggu ini sudah tersedia," ucapnya.
Muhammad Tahar menambahkan pihaknya juga menjaring warga yang belum punya KTP-el agar mereka juga bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019.
"Ada sekitar 1.000 orang yang sudah kita rekam dan kita cetak. Kita mengutamakan warga yang sama sekali belum punya KTP-e dan sudah 'print ready record'," katanya.
"Se-Karimun sudah 2.000 lebih. Untuk pemilih pemula yang sudah genap berusia 17 tahun sekitar 500 orang," kata Kepala Disdukcapil Karimun Muhammad Tahar yang dihubungi di Tanjung Balai Karimun, Selasa.
Muhammad Tahar mengatakan perekaman data untuk pembuatan KTP-el pemilih pemula dilakukan dengan cara turun ke sekolah-sekolah.
Dia menyebutkan perekaman data dilakukan untuk seluruh siswa SMA sederajat yang genap berusia 17 tahun jelang Pemilihan Umum 17 April 2019.
Tujuannya, kata dia, agar para pemilih pemula tersebut tidak kehilangan hak pilihnya akibat belum memiliki KTP-el.
"Hari ini kita melakukan perekaman data untuk siswa SMA di Kecamatan Durai. Ada 119 orang yang kita rekam datanya," ucap Tahar yang sedang dalam perjalanan pulang dari Durai.
Tahar mengharapkan pencetakan KTP-el untuk pemilih pemula yang sudah direkam datanya sudah rampung hingga Desember 2018.
Dia mengatakan blangko KTP-el tersedia dengan cukup, namun untuk tinta menunggu proses pengadaan disebabkan anggarannya berasal dari APBD Perubahan 2018.
"Tinta tersedia, tapi tidak cukup. Nanti ditambah dari pengadaan menggunakan anggaran dari APBDP. Mudah-mudahan dalam minggu ini sudah tersedia," ucapnya.
Muhammad Tahar menambahkan pihaknya juga menjaring warga yang belum punya KTP-el agar mereka juga bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019.
"Ada sekitar 1.000 orang yang sudah kita rekam dan kita cetak. Kita mengutamakan warga yang sama sekali belum punya KTP-e dan sudah 'print ready record'," katanya.
Pewarta : Rusdianto
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Selip lidah saat konferensi pers, Biden panggil Zelenskyy 'Presiden Putin'
12 July 2024 10:17 WIB, 2024
Tim Trump harap Joe Biden tetap maju pilpres dan yakin dapat mengalahkannya
04 July 2024 15:33 WIB, 2024
KPU RI tetapkan Prabowo-Gibran jadi presiden-wapres terpilih Pilpres 2024
24 April 2024 11:40 WIB, 2024
Hari ini Yusril sambangi rumah Prabowo Subianto untuk laporkan kemenangan di MK
23 April 2024 11:22 WIB, 2024
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
TNI AU tambah 58 personel ke Natuna perkuat pangkalan udara di wilayah perbatasan
26 January 2026 14:56 WIB
LKBN ANTARA perkuat publikasi percepatan rehabilitasi pascabencana Sumatera
22 January 2026 16:09 WIB
Trump 'murka' ancam tarif 200 persen jika Marcon tak jadi Dewan Perdamaian Gaza
20 January 2026 14:30 WIB