Pawai obor warnai hari santri di Lingga
Selasa, 22 Oktober 2019 8:38 WIB
Pawai obor para santri di Dabosingkep - Kabupaten Lingga (Nurjali)
Lingga (ANTARA) - Pawai obor yang diselenggarakan oleh pesantren Tahfidz Baitul Quran warnai hari santri di Kabupaten Lingga, meski sempat diguyur hujan namun tidak mematahkan semangat para santri dan undangan dari berbagai persatuan majelis ta'lim untuk mengikuti kegiatan dengan mengitari kota Dabosingkep.
"Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Milad Pesantren, dan sekaligus kita merayakan hari santri nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober ini," kata Pengurus Pesantren BQ, Ustad Nizar kepada Antara, Selasa.
Sebelum pawai obor, beberapa rangkaian perlombaan antar santri juga sempat di gelar di Ponpes Tahfidz Baitul Quran, Desa Tanjungharapan, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga selama lebih kurang satu pekan.
Hari santri tahun ini menurut Ustad Nizar terdapat kado istimewa, jika dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya, yaitu terbitnya undang-undang pesantren yang telah disahkan di akhir sidang DPR RI, periode yang lalu.
"Dengan begitu, ada pengakuan untuk pesantren sebagai lembaga yang nanti dapat mengembangkan lagi sayapnya," ujarnya.
Sementara itu pendiri Pesantren Tahfidz Baitul Quran, Abu Hasim mengatakan sejak berdirinya Pesantren BQ, minat orang tua untuk menitipkan anak-anaknya di pesantren tersebut begitu besar, hampir setiap tahunnya santri di pesantren BQ terus meningkat.
"Saat ini sudah ada dua ratus lebih santri mukim (menginap) dan ada tiga ratusan lebih santri non mukim (tidak menginap)," sebutnya.
Selain melaksanakan pawai obor pada malam harinya, siang ini (22/10) Pesantren BQ juga akan menggelar Khatam Al-Qur'an dan wisuda para santri Baitul Quran yang telah menyelesaikan hafalannya dan belajar mengaji di Pesantren BQ. (Antara)
"Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Milad Pesantren, dan sekaligus kita merayakan hari santri nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober ini," kata Pengurus Pesantren BQ, Ustad Nizar kepada Antara, Selasa.
Sebelum pawai obor, beberapa rangkaian perlombaan antar santri juga sempat di gelar di Ponpes Tahfidz Baitul Quran, Desa Tanjungharapan, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga selama lebih kurang satu pekan.
Hari santri tahun ini menurut Ustad Nizar terdapat kado istimewa, jika dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya, yaitu terbitnya undang-undang pesantren yang telah disahkan di akhir sidang DPR RI, periode yang lalu.
"Dengan begitu, ada pengakuan untuk pesantren sebagai lembaga yang nanti dapat mengembangkan lagi sayapnya," ujarnya.
Sementara itu pendiri Pesantren Tahfidz Baitul Quran, Abu Hasim mengatakan sejak berdirinya Pesantren BQ, minat orang tua untuk menitipkan anak-anaknya di pesantren tersebut begitu besar, hampir setiap tahunnya santri di pesantren BQ terus meningkat.
"Saat ini sudah ada dua ratus lebih santri mukim (menginap) dan ada tiga ratusan lebih santri non mukim (tidak menginap)," sebutnya.
Selain melaksanakan pawai obor pada malam harinya, siang ini (22/10) Pesantren BQ juga akan menggelar Khatam Al-Qur'an dan wisuda para santri Baitul Quran yang telah menyelesaikan hafalannya dan belajar mengaji di Pesantren BQ. (Antara)
Pewarta : Nurjali
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jackie Chan jadi pembawa obor Paralimpiade di Paris jelang upacara pembukaan
26 August 2024 10:01 WIB, 2024
Masyarakat Tanjungpinang lestarikan pawai obor keliling sambut Idul Adha
17 June 2024 6:09 WIB, 2024
Warga Kampung Bugis Tanjungpinang gelar pawai obor dan takbir keliling sambut Lebaran
22 April 2023 5:38 WIB, 2023