Bupati: Bintan terpukul karena COVID-19
Kamis, 26 Maret 2020 20:37 WIB
Bupati Bintan Apri Sujadi (mengenakan baju kaos hitam bertuliskan AS) bersama stafnya melakukan penyemprotan disinfektan di pemukiman warga (Nikolas Panama)
Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, terpukul oleh dampak COVID-19, kata Bupati Apri Sujadi.
"Hampir semua sektor kehidupan terganggu akibat COVID-19. Kami harus bekerja ekstra untuk mengatasi permasalahan ini," ujarnya di Bintan, Kamis.
Sektor yang terpuruk sebagai dampak dari COVID-19 seperti sektor kesehatan, pendidikan, perekonomian, pariwisata, dan sektor sosial. Pendapatan daerah terbesar di Bintan bersumber dari sektor pariwisata.
Sejak muncul virus itu, kata dia seluruh perhotelan dan restoran di Bintan terganggu. Hal itu disebabkan wisatawan yang berkunjung ke Bintan turun drastis.
"Kami berharap bencana ini segera teratasi," ucapnya.
Apri mengemukakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 sudah mengajukan anggaran Rp6 miliar. Namun kemungkinan yang disiapkan pemerintah lebih dari itu karena persoalannya bukan hanya kesehatan, melainkan juga sosial, pendidikan dan perekonomian.
"Kami masih menghitung secara terperinci kebutuhan untuk penanganan COVID-19," katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, dan mengikuti imbauan pemerintah.
"Jaga kesehatan, hindari kontak langsung dengan orang lain," tuturnya.
Baca juga: Satu kasus terindikasi COVID-19 dideteksi dalam pemeriksaan massal di Bogor
Baca juga: Warga Tionghoa diimbau tidak mudik saat "Cheng Beng"
"Hampir semua sektor kehidupan terganggu akibat COVID-19. Kami harus bekerja ekstra untuk mengatasi permasalahan ini," ujarnya di Bintan, Kamis.
Sektor yang terpuruk sebagai dampak dari COVID-19 seperti sektor kesehatan, pendidikan, perekonomian, pariwisata, dan sektor sosial. Pendapatan daerah terbesar di Bintan bersumber dari sektor pariwisata.
Sejak muncul virus itu, kata dia seluruh perhotelan dan restoran di Bintan terganggu. Hal itu disebabkan wisatawan yang berkunjung ke Bintan turun drastis.
"Kami berharap bencana ini segera teratasi," ucapnya.
Apri mengemukakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 sudah mengajukan anggaran Rp6 miliar. Namun kemungkinan yang disiapkan pemerintah lebih dari itu karena persoalannya bukan hanya kesehatan, melainkan juga sosial, pendidikan dan perekonomian.
"Kami masih menghitung secara terperinci kebutuhan untuk penanganan COVID-19," katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, dan mengikuti imbauan pemerintah.
"Jaga kesehatan, hindari kontak langsung dengan orang lain," tuturnya.
Baca juga: Satu kasus terindikasi COVID-19 dideteksi dalam pemeriksaan massal di Bogor
Baca juga: Warga Tionghoa diimbau tidak mudik saat "Cheng Beng"
Pewarta : Nikolas Panama
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemenkum Kepri tetapkan Desa Wisata Pengudang di Bintan jadi kawasan berbasis KI
03 June 2026 7:55 WIB
Pemkab Bintan siapkan layanan kesehatan "home care" untuk jamaah haji baru pulang
02 June 2026 11:39 WIB