Video BLACKPINK dicabut gara-gara panda
Selasa, 10 November 2020 15:25 WIB
Grup idola K-Pop BLACKPINK (ANTARA/YG Entertainment)
Jakarta (ANTARA) - Sebuah episode acara realitas yang menampilkan grup K-pop BLACKPINK memegang bayi panda akhirnya dicabut setelah ada tuduhan di China bahwa grup tersebut memperlakukan harta nasional dengan cara yang salah. Ini adalah perselisihan terbaru antara bintang hiburan Korea Selatan dan penonton di negara tetangga.
Bulan lalu, grup BTS juga dikritik keras di China karena pemimpinnya menyampaikan pernyataan tentang Perang Korea, dan beberapa produk terkait BTS dihapus dari situs-situs China.
Fu Bao, panda pertama yang lahir di Korea Selatan untuk pertama kalinya diperkenalkan kepada publik pekan lalu. Orangtua Fu Bao tiba pada 2016, didatangkan dari provinsi Sichuan, China, rumah dari panda raksasa, bagian dari "diplomasi panda" China.
BLACKPINK memasukkan cuplikan video di mana anggotanya memegang bayi panda di YouTube awal bulan ini.
Sebagian media lokal China dan warganet protes karena BLACKPINK menyentuh Fu Bao dengan tangan kosong dan memakai riasan tebal. Mereka mengatakan itu dapat mengancam kesehatan bayi panda. Komentar itu memicu kehebohan di Weibo, aplikasi semacam Twitter versi China.
Hingga Selasa, dikutip dari Reuters, ada jutaan penayangan dan 55.000 unggahan dengan tagar "Cara Blackpink memegang bayi panda salah" di Weibo.
Episode lengkapnya rencananya akan ditayangkan pada 7 November, namun akhirnya ditunda, kata label YG Entertainment.
"Saat BLACKPINK bertemu bayi panda, semua anggota mengenakan sarung tangan, masker dan pakaian pelindung... Tangan dan sepatu mereka didisinfeksi di setiap transisi," kata agensi dalam pernyataan.
Tagar "BLACKPINK" dan "Panda" jadi trending di Twitter Korea Selatan pada akhir pekan lalu. Sebagian netizen Negeri Ginseng membalas kritikan itu, mendesak Korea Selatan "mengembalikan panda" atau mengatakan "panda bukan milik kami dan lagipula terlalu mahal biaya membesarkan mereka."
Bulan lalu, grup BTS juga dikritik keras di China karena pemimpinnya menyampaikan pernyataan tentang Perang Korea, dan beberapa produk terkait BTS dihapus dari situs-situs China.
Fu Bao, panda pertama yang lahir di Korea Selatan untuk pertama kalinya diperkenalkan kepada publik pekan lalu. Orangtua Fu Bao tiba pada 2016, didatangkan dari provinsi Sichuan, China, rumah dari panda raksasa, bagian dari "diplomasi panda" China.
BLACKPINK memasukkan cuplikan video di mana anggotanya memegang bayi panda di YouTube awal bulan ini.
Sebagian media lokal China dan warganet protes karena BLACKPINK menyentuh Fu Bao dengan tangan kosong dan memakai riasan tebal. Mereka mengatakan itu dapat mengancam kesehatan bayi panda. Komentar itu memicu kehebohan di Weibo, aplikasi semacam Twitter versi China.
Hingga Selasa, dikutip dari Reuters, ada jutaan penayangan dan 55.000 unggahan dengan tagar "Cara Blackpink memegang bayi panda salah" di Weibo.
Episode lengkapnya rencananya akan ditayangkan pada 7 November, namun akhirnya ditunda, kata label YG Entertainment.
"Saat BLACKPINK bertemu bayi panda, semua anggota mengenakan sarung tangan, masker dan pakaian pelindung... Tangan dan sepatu mereka didisinfeksi di setiap transisi," kata agensi dalam pernyataan.
Tagar "BLACKPINK" dan "Panda" jadi trending di Twitter Korea Selatan pada akhir pekan lalu. Sebagian netizen Negeri Ginseng membalas kritikan itu, mendesak Korea Selatan "mengembalikan panda" atau mengatakan "panda bukan milik kami dan lagipula terlalu mahal biaya membesarkan mereka."
Pewarta : Nanien Yuniar
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Begini tanggapan Gibran Rakabuming tanggapi soal kritik dari Panda Nababan
30 June 2023 10:48 WIB, 2023
Panda Nababan menilai kedekatan Jokowi ke Prabowo Subianto hanya basa-basi
23 June 2023 6:21 WIB, 2023
Dampak syuting Lisa Blackpink di Kota Tua Jakarta, UMKM terima kompensasi
02 February 2026 13:12 WIB
Terpopuler - Jagat
Lihat Juga
Tolak tawaran AS, Presiden Sudan Abdel Fattah Al-Burhan tak dapat visa ke Sidang Umum PBB
25 September 2026 14:33 WIB
Houthi luncurkan serangan balasan ke Riyadh dan fasilitas Aramco di Yanbu
25 September 2026 11:31 WIB
Polisi ungkap DNA jenazah yang ditemukan di Enggano identik dengan kru rombongan jurnalis yang hilang
23 September 2026 14:35 WIB
Iran tahan sejumlah kapal yang melanggar aturan Selat Hormuz hingga denda dibayar
23 September 2026 10:41 WIB
DANA tanggapi modus "fraud" viral bobol kartu kredit melalui fitur DANA QR
22 September 2026 13:49 WIB
Kemlu imbau WNI tingkatkan waspada di tengah eskalasi perang Rusia-Ukraina
21 September 2026 18:05 WIB