AS akan kembali bergabung ke WHO
Kamis, 21 Januari 2021 21:09 WIB
Presiden Amerika Serikat Joe Biden menandatangani sejumlah dokumen di Ruang Oval, Gedung Putih usai dilantik sebagai Presiden ke-46 Amerika Serikat di Washington, Amerika Serikat, Rabu (20/1/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Tom Brenner/wsj.
Jenewa (ANTARA) - Amerika Serikat di bawah Presiden Joe Biden akan kembali bergabung dengan fasilitas vaksin COVAX, yang bertujuan menyalurkan vaksin ke negara-negara miskin, demikian kepala penasihat medis Anthony Fauci kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kamis.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyambut baik pengumuman yang ditujukan kepada Dewan Eksekutif WHO tersebut, yang berbunyi: "Ini adalah hari yang baik untuk WHO sekaligus hari yang baik untuk kesehatan global."
Fauci, yang berbicara dari Washington melalui konferensi video sehari pasca pelantikan Biden, mengatakan: "Presiden Biden akan memberikan arahan hari ini, yang akan mencakup niatan Amerika Serikat untuk bergabung dengan COVAX dan mendukung ACT-Accelerator guna mendorong upaya multilateral untuk vaksin COVID-19, terapi, dan distribusi diagnostik, akses yang merata, riset serta pengembangan."
Gelombang pertama vaksin COVID-19 diharapkan dapat bagikan ke negara-negara miskin pada Februari di bawah skema COVAX, yang dijalankan oleh WHO dan aliansi vaksin GAVI, kata pejabat WHO pekan ini, bahkan saat mereka kian khawatir bahwa negara-negara yang lebih kaya masih mengambil jatah yang lebih banyak dari vaksin yang tersedia.
AS akan tetap menjadi anggota WHO dan "memenuhi kewajiban finansialnya," tutur Fauci, menambahkan bahwa pihaknya juga akan berkoordinasi dengan 193 negara anggota lainnya untuk mereformasi badan PBB tersebut.
Pendahulu Biden, Donald Trump, menghentikan pendanaan untuk WHO, di mana AS menjadi donor terbesar, dan mengumumkan proses untuk menarik diri dari badan tersebut pada Juli 2021. Langkah itu dilihat sebagai bagian dari pengunduran diri AS yang lebih luas dari organisasi multilateral.
"WHO adalah keluarga bangsa-bangsa dan kami semua senang bahwa AS masih ada di tengah-tengah keluarga," ucap Tedros.
Sumber: Reuters
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyambut baik pengumuman yang ditujukan kepada Dewan Eksekutif WHO tersebut, yang berbunyi: "Ini adalah hari yang baik untuk WHO sekaligus hari yang baik untuk kesehatan global."
Fauci, yang berbicara dari Washington melalui konferensi video sehari pasca pelantikan Biden, mengatakan: "Presiden Biden akan memberikan arahan hari ini, yang akan mencakup niatan Amerika Serikat untuk bergabung dengan COVAX dan mendukung ACT-Accelerator guna mendorong upaya multilateral untuk vaksin COVID-19, terapi, dan distribusi diagnostik, akses yang merata, riset serta pengembangan."
Gelombang pertama vaksin COVID-19 diharapkan dapat bagikan ke negara-negara miskin pada Februari di bawah skema COVAX, yang dijalankan oleh WHO dan aliansi vaksin GAVI, kata pejabat WHO pekan ini, bahkan saat mereka kian khawatir bahwa negara-negara yang lebih kaya masih mengambil jatah yang lebih banyak dari vaksin yang tersedia.
AS akan tetap menjadi anggota WHO dan "memenuhi kewajiban finansialnya," tutur Fauci, menambahkan bahwa pihaknya juga akan berkoordinasi dengan 193 negara anggota lainnya untuk mereformasi badan PBB tersebut.
Pendahulu Biden, Donald Trump, menghentikan pendanaan untuk WHO, di mana AS menjadi donor terbesar, dan mengumumkan proses untuk menarik diri dari badan tersebut pada Juli 2021. Langkah itu dilihat sebagai bagian dari pengunduran diri AS yang lebih luas dari organisasi multilateral.
"WHO adalah keluarga bangsa-bangsa dan kami semua senang bahwa AS masih ada di tengah-tengah keluarga," ucap Tedros.
Sumber: Reuters
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Joe Biden yakin Netanyahu dengar kekhawatirannya atas serangan ke Rafah
07 June 2024 16:50 WIB, 2024
NASA berencana manfaatkan AI dan drone untuk bangun pangkalan permanen di Bulan
01 June 2026 11:30 WIB
Terpopuler - Jagat
Lihat Juga
NASA berencana manfaatkan AI dan drone untuk bangun pangkalan permanen di Bulan
01 June 2026 11:30 WIB
Pemerintah Jepang setujui subsidi energi Rp57,4 triliun dampak konflik Timur Tengah
26 May 2026 14:25 WIB