Gubernur Kepri terpilih tidak punya program 100 hari kerja

id Komitmen gubernur terpilih

Gubernur Kepri terpilih tidak punya program 100 hari kerja

Gubernur Provinsi Kepri terpilih Ansar Ahmad. Foto Antara/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terpilih Ansar Ahmad mengaku tidak punya istilah program 100 hari kerja bersama wakilnya Marlin Agustina.

Ansar dan Marlin sudah dilantik sebagai gubernur dan wakil gubernur definitif periode 2021-2024 oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Kamis (24/2).

Ansar menyatakan usai dilantik ia bakal langsung tancap gas bekerja, khususnya dalam penanganan pandemi COVID-19 beserta dampak yang dialami masyarakat.

"Kami fokus pada penanganan ekonomi dan kesehatan masyarakat," kata Ansar di Tanjungpinang, sehari sebelum dilantik.

Selain itu, Ansar juga akan melaksanakan tiga hal utama setelah dilantik. Yaitu konsolidasi politik, penyegaran birokrasi, dan melaksanakan program prioritas.

Menurutnya konsolidasi politik dilakukan dengan partai koalisi, stakeholder, hingga tokoh dan organisasi masyarakat.

Kemudian, konsolidasi birokrasi di lingkungan Pemprov Kepri agar sistem pemerintahan berjalan dengan baik dan lebih maksimal.

"Sesuai pesan Presiden Jokowi, di masa pandemi semua harus bekerja luar biasa," ujarnya.

Lebih lanjut, Ansar menyampaikan terkait pelaksanaan program prioritas di awal kepemimpinannya diselaraskan dengan RPJMD dan janji politik saat kampanye Pilkada serentak 2020.

Dia bersama Marlin bakal mendorong program prioritas di anggaran APBD Perubahan 2021. 

Minimal, katanya, ada 20 DED pembangunan yang didorong di APBD dan tentunya turut mengandalkan dana APBN.

"Kami akan kejar dana pusat untuk mendorong pembangunan di Kepri, sebab APBD kita kecil sekitar Rp3,9 triliun. Itu pun sudah dideskripsikan untuk kebutuhan rutin saja sudah sangat besar," ujar Ansar.

Mantan Anggota DPR RI ini menegaskan bahwa ia dan wakilnya milik semua golongan tanpa terkecuali. Keduanya berkomitmen membangun Kepri menjadi lebih baik selama memimpin daerah tersebut.

 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar