BP Batam permudah investasi di Batam

id BP Batam

BP Batam permudah investasi di Batam

Kepala BP Batam Muhammad Rudi (kanan). Foto Antara Kepri/HO/Humas BP Batam

Batam (ANTARA) - Setelah ditetapkannya Batam Aero Technic (BAT) dan Nongsa Digital Park (NDP) sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengucapkan terimakasih atas dukungan penuh pemerintah kepada Batam.

"Kita sangat bangga bahwa urusan kita yang setahun lalu sudah terselesaikan, karena ini sudah lama ditunggu sebagai salah satu persyaratan administrasi," ujar  Rudi, seperti keterangan tertulis yang diterima Antara Kepri, Selasa.

Rudi melanjutkan, BAT hingga tahun 2027, kelak bisa menyerap tenaga kerja sampai 10.000 orang. Artinya tenaga kerja lokal baik Batam, Kepri ataupun Indonesia akan ramai belajar dan bekerja di bidang kedirgantaraan seperti pembuatan pesawat, pemotongan pesawat, teknisi mesin dan lainnya.

Sedangkan untuk NDP, tentu akan menjadi tempat yang cukup memukau bagi investor, pasalnya sebelum dijadikan KEK, investor sudah beroperasi dengan nilai investasi hampir 350.000 USD.

Rudi menambahkan, pihaknya pun akan  berupaya meningkatkan fasilitas lainnya, seperti akses jalan yang akan mendorong bertambahnya nilai investasi.

“Di Nongsa Digital Park itu ada salah satu pendidikan yang seperti di luar negeri. Saya sudah bertemu dan mengucapkan terima kasih kepada pemilik Nongsa Digital Park" kata Rudi.

Kedua KEK baru ini, diatur dalam peraturan pemerintah (PP) nomor 67 Tahun 2021 tentang Batam Aero Technic (BAT) dan PP No. 68 Tahun 2021 tentang Nongsa Digital Park (NDP), yang langsun diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI sekaligus Ketua Dewan Kawasan Batam, Airlangga Hartarto, Sabtu lalu.

Lion Air Group juga menyambut positif penetapan KEK BAT tersebut, karena bernilai strategis dalam mendukung pengembangan Kawasan Batam, Bintan dan Karimun.

Presiden Direktur Lion Group Edward Sirait, mengatakan, BAT memiliki nilai investasi sebesar Rp7,29 triliun, menyerap tenaga kerja mencapai 9.976 orang pada 2030 mendatang. Kehadiran KEK ini diharapkan dapat menghemat devisa 65-70% dari kebutuhan MRO maskapai penerbangan nasional, senilai Rp 26 triliun per tahunnya yang selama ini mengalir ke luar negeri.

"Kami mengapresiasi pelayanan yang diberikan oleh BP Batam dalam membantu kemudahan berinvestasi. Tak kurang dari 2 minggu proses pencarian lahan untuk berinvestasi di Batam dapat terealisasi. Hal ini merupakan sebuah komitmen dalam memperlancar dan mewujudkan keberhasilan pengembangan KEK BAT di Batam,” kata Edward Sirait saat memberikan sambutan di acara tersebut.

Edward lebih jauh menjelaskan,  untuk jangka menengah diharapkan mampu menangkap peluang dari pasar Asia Pasifik yang diprediksi memiliki rata-rata di kisaran 12.000 unit pesawat udara dan nilai bisnis sebesar US$ 100 miliar pada 2025.

KEK BAT di Batam ini optimis akan mampu mendorong perseroan untuk terus meningkatkan utilisasi dan optimalisasi dari kapabilitas yang dimiliki saat ini sejalan rancangan kerja berkelanjutan (master plan). Terlebih, dapat terwujudnya perawatan pesawat yang terintegrasi sehingga dapat menekan angka pekerjaan berbagai perawatan pesawat ke luar negeri.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar